KEMBALI
Dashboard.
Transparansi Bursa
Arsip Terupdate
**Sejak tahun lalu**, BEI dan OJK berjanji melakukan reformasi bursa. Setiap hari influencer menceritakan proses reformasi itu — tentu dengan iming-iming bursa akan melambung di atas **8.000**. Namun saat terdengar berita akuisisi saham **BYAN**, yang diawali dengan pembatasan produksi tambang oleh pemerintah, pasar mulai melihat wajah asli. --- ## Hipokrasi yang Terlihat Pasar menilai BEI dan OJK hanya menjadi **corong suara hipokrit** dari elite yang menjadikan bursa tempat: - Merampok emiten - Merampok investor ritel - Merampok Dana Pensiun - Merampok Bank Contoh paling gamblang: banyak rekening terlihat sebagai investor berbeda, padahal dikendalikan oleh pihak yang sama. Publik melihat transaksi ramai. Tapi publik **tidak tahu** bahwa sebagian aktivitas itu berasal dari satu jaringan. --- ## Reformasi Transparansi 2 April 2026 Dalam pengumuman reformasi transparansi tanggal **2 April 2026**, OJK, BEI, dan KSEI menjelaskan: > Informasi pemilik manfaat (*beneficial owner*) untuk kepemilikan **10% atau lebih** **tidak dipublikasikan secara terbuka**. Artinya: informasi yang tersedia bagi pengawas **belum tentu** dapat diperiksa langsung oleh investor ritel. Kan brengsek, OJK. Bandit enggak? Kasihan investor ritel yang modalnya di bawah **Rp500 juta**. Nyungsep dah. --- ## Apa yang Sebenarnya Tersembunyi? Harga dan volume transaksi terlihat setiap hari. Tapi: - Siapa yang sesungguhnya mengendalikan saham? - Siapa yang berdiri di **kedua sisi** transaksi? Belum tentu sama terangnya bagi publik. **Keterbukaan nama rekening belum cukup** jika hubungan pengendaliannya tetap tersembunyi. --- ## Kesimpulan Kasus ini menunjukkan persoalan mendasar: > Keterbukaan dan integritas perdagangan di pasar BEI. Udah seperti **mafia**. Sangat terkoordinasi.