Efishery… sebagai pembelajaran.
Masalah Efishery terkait dengan fraud laporan keuangan. Pendapatan sebesar 752 juta dollar AS (Rp 12,18 triliun) dengan keuntungan 16 juta dollar AS (Rp 259 miliar) untuk sembilan bulan pertama 2024. Nyatanya, pendapatan hanya 157 juta dollar AS (Rp 2,54 triliun) dan kerugian 35,4 juta dollar AS (Rp 573,48 miliar).
“ Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana mungkin start up yang didukung oleh venture capital (VC) kelas dunia bisa melakukan fraud ? Engga kaleng kaleng loh VC nya. G42 dari Uni Emirat Arab, Temasek dari Singapura, SoftBank dari Jepang, Sequoia Capital India, dan Northstar Pacific “ Kata Aling.
“ Saya mau cerita. Mau dengar ? kata saya. ALing mengangguk.
“ Sukri ketemu dengan Udin . Dia bawa proposal. Udin tahu bahwa business plan Sukri itu sampah. Tetapi kalau akhirnya udin mau invest, ikarena dihadapannya Sukri itu pecundang. Gede mimpi tanpi miskin ide. Udin tentukan skema investasi yang harus disepakati Sukri. Dalam skema itu ada tiga phase. Phase pertama bagaimana investasi itu menimbulkan perhatian orang banyak. Phase kedua. Membangun minat orang banyak untuk melirik bisnis ini. Udin bertindak sebagai angel investor.
Nah kalau dua phase itu terbentuk dan terlaksana. Selanjutnya masuk phase ketiga lewat skema intitusional. Udin gandeng VS kelas dunia. Kok mereka mau? Karena sudah sama sama tahu kelakuan masing masing. Ada yang jadi kendaraan. Ada yang jadi supir. Ada yang jadi tukang parkir. Sementara Udin sendiri keluar sebagai angel investor. Udah dapat uang finding ( Capital gain) dari VC. Selanjutnya semua kerja dengan tujuan sama. Mereka hanya sebagai trigger untuk memungkinkan dana investor masuk trap.
Nah agar publik percaya. Mereka gandeng akuntan kelas dunia seperti PricewaterhouseCoopers dan Grant Thornton. Mereka juga minta elite politik bersuara dan termasuk publik pigur omong. Persepsi terbentuk sudah. Makanya jangan kaget DAPEN TELKOM masuk pra IPO GoTo dan kena trap sebesar Rp 6 triliun. Belum lagi lainnya seperti Bank.
Nah kalau semua berjalan mulus, akan berlanjut ke IPO. Seperti GoTo atau BukaLapak. Pesta semua. Tapi investor bursa keselek bakiak. Tapi kalau rencana tidak berjalan mulus ya exit lewat kasus termasuk skandal fraud. Yang korban yang invest pra IPO. Nama start up dan sukri hancur reputasinnya. Sementara Udin dan teman temannya dari VC sudah untung berlipat dari uang pra IPO. Senyum aja.
“ Jadi otak dibalik fraud itu adalah team Hedge fund dan associate nya termasuk VC. “ Kata Aling mengerutkan kening. Saya diam saja. “ Duh jahat amat.! Lanjut Aling.
“ Hukum di dunia ini. Hanya ada dua. Penakluk dan pecundang. Selalu orang bodoh makanan orang pintar. Orang pintar makanan orang cerdas. Fraud terbesar dalam sejarah adalah pemerintah. Contoh sederhana. SBN itu kan skema fraud. Underlying nya PDB. Semua tahu PDB itu absurd. Tetapi semua pecundang percaya. Makanya orang invest uang kontan itu bentuk lain pecundang. Karena uang itu produk fraud. Jadi orang cerdas, pegang asset. Asset real yang dia create sendiri.” Kata saya.
" Gua tercerahkan dari kasus ini. Walau pencerahan dari orang mantiko. Namun ini benar benar realisitis. " Kata Aing. Saya senyum aja.