“ PT. PANI itu punya Salim dan Aguan, ya ? tanya Aling saat saya datang ke apartement nya di PIK untuk IMLEK. “ Bisa ceritakan. Gimana sih sebenarnya?
“ Tadi namanya PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. Setelah diakuisii oleh PT Multi Arta Pratama lewat backdoor. Namanya diganti dengan nama PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. Code emiten tetap, PANI. 80% saham PANI dikuasai oleh MAP. Nah Aguan dan Antoni Salim adalah pemilik dari MAP. “ kata saya sambil urut kakinya.
“ Terus ..”
“ Perhatikan. Awalnya saham PANI Rp 165 per saham. Seharga itulah MAP merogoh kocek untuk akuisisi. Selanjutnya, harga saham digoreng. Pada akhir 2023 PANI right issue. MAP injek duit Rp. 10 triliun lebih. Harga saham jadi Rp. 5000/lemba atau 2 miliar lembar saham dikuasai.. “ Kata saya.
“ Darimana MAP dapat duit Rp. 10 triliun lebih itu ?
“ Uang dari luar negeri lewat fasilitas tax amnesty. “Kata saya.
“ Terus..”
“ Pada tanggal 25 Oktober 2024, MAP kurangi sahamnya pada PANI sebesar 14.235.000 lembar saham pada harga Rp 14.050 per saham. Walau hanya dapat Rp. 200 miliar dari bursa. Namun Marcap sudah terbentuk. Nah dengan demikian neraca perusahaan bisa di-leverage untuk dapatkan dana dari bank atau lainnya. Total hutang per desember 2024 sebesar Rp 17,8 triliun. Itu termasuk uang muka pembeli unit “ kata saya.
“ Wow…Emang gede asset PANI itu ? Sehingga bisa utang sebanyak itu ? Apaan aja?
“ Ya berupa cadangan lahan seluas 1.850 hektare (ha) untuk proyek dan lain lain. NIlainya pada akhir 2024 sebesar Rp. 44,2 triliun.” Kata saya. " Nah bayangin aja kalau investor China dan Singapore jadi invest. Kebayang engga cuannya. Awalnya Rp. 165/lembar terus jadi Rp 14 ribu lebih harga per lembar saham." sambung saya.
“ Jadi sebelumnya mereka udah punya agenda hebat . Pertama, enhancement balance sheet lewat fasilitas Tax amesty. Sehingga mereka masukin uang parkir diluar negeri bebas pajak. Kedua, uang dari tax amnesty itu untuk goreng saham lewat bursa. Dapat capital gain, cuan gede sebelum proyek jadi. Kalau proyek gagal, mereka udah untung duluan. Yang korban investor retail dan yang udah bayar DP. “ Kata Aling.
“ Ya jangan berpikiran gagal. Pikirnya sukses dong. Biar everybody happy. “ kata saya.
“ Gua sering dengar cerita dari Yuni soal rekayasa keuangan. Ya salah satunya cerita seperti barusan ini. Kata Yuni dia belajar dari lue. “ Kata Aling.
“ Ah engga lah. Yuni ngarang aja. “ kata saya tepiskan tanngan. “ Lue kan tahu. Gua engga sekolah tinggi. Engga pernah kuliah. Mana paham gua soal gituan.” Sambung saya.
" Ya gua tahu, Lue orang baik dan sholeh. Engga mungkin bisa berbuat seperti itu. Lue cuma salah gaul aja.. " Kata Aling tersenyum dan usap muka saya.