efek inflasi

Arsip Terupdate
“ Mah, kata koran harga beras naik ya” Tanya saya ke Oma tadi sehabis sholat subuh. “ Ya. Beras bibik ( ART) tadinya sekarung (50Kg) Rp. 600.000. Kemarin bibik beli Rp. 800.000. Tetapi beras untuk papa ( Beras Organik) masih Rp. 160 ribuan 5 Kg. “ Jawab oma. “ Hampir semua naik pah. Sayuran seperti wortel dan tomat, juga naik. “ sambung Oma. “ Kenapa harga pada naik pah ? “ Itu efek inflasi yang sudah berlangsung lebih 2 tahun. Tetapi selama ini pemerintah berusaha tahan dampak inflasi itu dengan subsidi dan bansos. Tetapi justru karena itu daya tahan keseimbangan APBN jadi melemah. Makanya engga kuat lagi pemerintah tahan. Ya udah harga terpaksa dilepas begitu saja” Kata saya “ Kenapa inflasi ? “ Banyak uang APBN digelontorkan yang bersifat stimulus. Itu sama saja cetak uang. Bukan uang dari hasil proses produksi dan investasi yang punya pengaruh berganda terhadap kemakmuran. Makanya semakin lama semakin rendah daya beli masyarakat. “ Kata saya. “ Dan udah begitu korupsi engga juga berkurang” Kata oma. “ Ya juga. Itupun karena ada peluang. Apalagi korupsi itu sepertinya sengaja dilonggarkan. Itu cara politik pemerintah untuk membeli loyalitas ASN dan aparat. “ Kata saya. “ Enak banget. “ “ Ya jadi penguasa itu memang enak. Yang engga enak jadi pemuja Jokowi. Terlalu berharap harga murah setelah dapat bansos. Nyatanya engga. Ya mau ngomel malu. Engga ngomel kesendak harga mahal. Mau joget takut dibilang orang gila. Ya pura pura bahagia saja. ” kata saya. “ Yang turun cuma kolor doang “ sambung saya pergi ngeloyor ke kamar kerja. Terdengar oma ngakak.