FCA
“ Bro, Apa sih yang dimaksud dengan FCA. “ Tanya aling.
“ Oh itu full call auction atau Papan Pemantauan Khusus “
“ Ya Gua tahu. Gara gara aturan itu pasar jadi panik. Kenapa ?
“ Ya kalau ada emiten sahamnya masuk FCA bisa jatuh harganya. Kan sentimen negatif muncul otomatis. “
“ Kan sebelumnya tidak ada masalah. Kenapa sekarang jadi panik?
“ Sebelumnya kan ,periodic call auction, hanya berlaku pada emiten yang masuk salah satu kriteria pemantauan khusus, yaitu emiten dengan likuiditas perdagangan rendah.”
“ Apaan itu Periodik Call auction?
“ mekanisme perdagangan dengan kuota bid dan ask yang akan match pada jam tertentu serta pembentukan harga diambil dari lantai dengan volume match terbesar antara bid dan offer. Bisa main mudah goreng saham.”
“ Oh gitu. Nah dengan aturan baru ini ?
“ Memungkinkan seluruh saham pada FCA dapat diperdagangkan sampai harga minimum Rp 1. Sementara ARB untuk saham dengan harga Rp 1 - Rp 10 yakni sebesar Rp 1, sedangkan untuk saham dengan harga di atas Rp 10 , ARB 10%. Ketat banget. Sulit mau goreng lagi.” Kata saya.
“ Kenapa sampai keluar aturan itu ?
“ Ya rating saham emiten kita kan jatuh jadi underweight. Kalau engga dibuat aturan ketat bisa jadi sampah tuh saham di bursa.”
“ Kalau short selling apaan itu ?
“ Jual beli saham tanpa phisik. Yang diperjualkan adalah selisih aja. Ini adalah strategi perdagangan saham yang dilakukan dengan berspekulasi pada penurunan harga saham. Biasanya kalau duitnya dari bank. Trader hanya bayar premium probality resiko saja. Hitungannya rumit. Hanya trader papan atas dan sudah punya pengalaman yang bisa main short selling. “ Kata saya.
“ Bermanfaat engga short selling untuk tingkatkan likuiditas bursa
“ Ya jelas. Tetapi nyatanya jatuhnya bursa seperti wallstreet karena short selling itu. Ya memicu moral hazard. Namanya hedge fund player itu sehebat gimanapun pasti akan terjebak jadi hedger,..gembler..” Kata saya tersenyum.