Awal berkuasa, PS berusaha mendekati AS dan ganknya. Apapun permintaan AS disetujuinya. Engga peduli dengan siuara sumbang politik domestik. MEngapa ? karena dia percaya dengan teori konspirasi. Bahwa dekat dengan AS akan mudah dapatkan financial resource. Makanya dia sediakan kendaraan untuk nampung uang itu, namanya Danantara. Boss Hedge fund dan mantan PM Inggris jadi penasehat. Tetapi berlalunya waktu, apa yang dinginkan tidak bersua dengan kenyataan.AS tidak seperkasa dan sekaya yang dia bayangkan.
Dia mendekat ke Eropa, Perancis. Berharap rumah tempat tinggal konglomerat financial bisa mendengar apa kata Presiden Perancis. Ternyata di Paris hanya ada Rumah mewah para konglomerat fiancial tetapi engga ada isi.. Penghuninya ada di Dubai, Hong Kong ,dan Singapore. Gagal lagi dapatkan uang mudah. Lupakan Paris.
Yang ada justru tawaran datang dari IMF untuk ajukan pinjaman. Tentu Prabowo menolak. Karena dia tahu, mantan mertuanya tumnbang karena terima pinjaman dari IMF. Kini dia mulai mendekati Rusia. Sebenarnya itu jalan lewat belakang masuk ke ruang tamu China. Maklum dia berharap banyak dapatkan dukungan dana dari CHina lewat kerjasama dengan Rusia. Nmun bagi putin sikap Prabowo masih ambigu terhadap Israel.
Dari awal PS tempatkan Menlu dan menteri ekonomi second class juga jajaran Danantara mantan eksekutif konglomerat, karena dia ingin jadi driver tunggal menentukan arah negeri ini. Dan konyol nya itu berangkat dari kepercayaan terhadap teori konspirasi. Padahal faktanya kini, lebih 50% uang di dunia tidak lagi dikuasai Negara lewat bank central tetapi dikuasi oleh non bank, dan itu sebagian besar ada di shadow banker. Yang berkuasa adalah akal sehat, bukan politik. Karena uang tidak mengenal idiologi.