India ancam Indonesia
India marasa kecewa karena neraca perdagangannya dengan Indonesia defisit mencapai USD 1 miliar lebih. Surplus perdagangan kita dengan India itu karena CPO dan Batubara. Maklum india importir terbesar CPO dari Indonesia. Mengalahkan China. Karena China punya diversifikasi minyak goreng dari Jagung, Bunga matahari dan minyak babi. Sementara supply chain Industri Indonesia, sebagian besar impor dari China. Kita tahu, antara China dan India berkompetisi dalam hal geopolitik dan geostrategis.
India anggap Indonesia tidak berusaha membuat rencana konkrit menyeimbangkan neraca perdagangannya. Padahal Indonesia sudah jadi anggota BRICS. Makanya India berniat akan menetapkan tarif terhadap komoditas Indonesia. Ini akan berdampak penurunan harga dan permintaan. Pedagang ogah numpuk stok.
Kalau harga dan permintaan turun, tentu akan mempengaruhi penerimaan devisa. Di tengah arus likuiditas dalam negeri yang ketat. Penurunan harga dan permintaan itu akan berdampak serius terhadap kredit perbankan. Akan banyak NPL kebun sawit batubara. Capital outflow akan terus rely sebagai dampak kebijakan proteksionisme Trumps. Repo Line the Fed udah sulit didapat. Akan semakin menyulitkan pemerintah menjaga stabilitas IDR.
Saya yakin Menteri dan pejabat terkait engga paham bagaimana menyeimbangkan neraca perdagangan dengan negara mitra dagang. Kita tidak punya maping yang jelas dalam perdagangan international terkait dengan kemitraan regional. Jadi, mungkin saja Indonesia engga paham agenda BRICS. Nah, hari ini Trump sudah tabuh genderang perang dengan menaikan tarif impor untuk China, yang sebentar lagi akan menyasar semua anggota BRICS. Hayooo… what can you do ?
Saran saya, cepat saja reshuffle cabinet terutama Menteri terkait perekonomian. Mereka tidak qualified menghadapi situasi global yang tidak baik baik saja..