LBO

Arsip Terupdate
LBO Seri Financial engineering. Tadi seusai meeting dengan Fund Manager, saya minta Lina antar saya ke kelapa Gading rapat dengan notaris. “ Pak LBO itu apa? Tanya Lina saat di jalan. “ Kenapa kamu tanya itu ? tanya saya. “ Tadi kan bapak bicara soal LBO. Penasaran aja ingin tahu” Katanya. “ LBO itu Leverage buy out. Pembelian lewat hutang. Tekhnis LBO itu lebih banyak diterapkan dalam akuisisi perusahaan. “ “ Gimana skema nya? “ Ya sederhana aja. Umunya kan beli itu pakai uang sendiri atau modal sendiri. Katakanlah harga beli Rp. 100. Kalau kita biayai pakai modal, dan kita jual lagi dengan harga Rp. 120. Itu artinya kita untung 20%. Tapi kalau kita keluar uang Rp. 20. Sisanya atau Rp. 80 dari bank. Kalau kita jual Rp. 120. Kita untung kurang lebih 100%. Itulah kelebihan LBO“ Kata saya. “ Bank mau layani kredit seperti itu ? Jenis kredit apa untuk layani kebutuhan LBO Itu? “ Ya bank mau aja layani. Asalkan starategi dan hitungan jelas dan exit plan nya terukur. Biasanya jenis kredit adalah non recourse loan. Biasanya LTV atau loan to value bank hitung dengan tingkat resiko yang ada. Semakin beresiko exit nya semakin besar setoran modal. Semakin kecil resiko exit, semakin kecil setoran modal. Umumnya maksimur 70% hutang dan 20% ekuitas. Collalateral nya adalah asset yang kita beli itu sendiri. “ Gimana kalau kita tidak ada uang cash untuk equity tetapi exitnya bagus dan stategi jitu. ? “ Kita hubungi fund Manager agar mereka beri kita pinjaman asset atau lending asset berupa saham atau obligasi yang likuid. Kita hanya kena premium atas resiko yang akan terjadi. Biasanya hitungannya premium CDS sekitar 4 permil. Semacam asuransi. Kalau gagal, ya CDS yang bayar. “ Kata saya. “ Wah enak banget ya. Bisa akuissi perusahaan tanpa keluar modal” Kata lina membelalak mata. “ Ya tapi juga tidak mudah meyakinkan Fund Manager. Kamu harus punya business plan yang bukan kosong atau seperti skripsi mahasiswa. Tetapi dilengkapi dengan standar kepatuhan bisnis dan legal, yang memastikan perusahaan yang di akuisisi itu bisa meningkat value nya. Nah untuk memenuhi standar kepatuhan ini, perlu sains bidang financial analisys, financial engineering atau ekonomi quantitative dan kajian business model secara meyeluruh.” “ Bapak paham itu semua? tanya Lina “ Ya kan anda team ahli bidang keuangan, marketing, ekonomi, dan tekhnis. Mereka yang menyiapkan standar kepatuhan agar saya qualified akusisi perusahaan lewat Leverage” Kata saya. Lina mengangguk dan bengong. Sepertinya dia mikir. “ tadi lina dengar, bapak sedang bicara akuisisi perusahaan mineral tambang di Indonesia, kemudian lewat transfer right, asset itu di merger lewat SPV dengan Industri panel surya yang ada di Korea. Pasti exit nya jitu” Kata Lina. “ Saya sedang menyiapkan lapak untuk team shadow kerja. Setelah selesai akuisisi akan diserahkan kepada Yuan untuk proses exit plan nya.” “ Apa saja exit plan itu ? “ Ya bisa lewat right issue pasar modal. Bisa lewat obligasi dan bisa juga langsung jual sebagian saham lewat private placment untuk bayar utang. Sisanya jadi value. Nah value itulah yang dikelola dengan keunggulan Yuan dalam hal market global supply chain” kata saya. Entah Lina ngerti atau engga. Saya diamakan saja dia bengong.. *** Setiap minggu babo akan menulis sekali soal financial engineering. Dan akan adakan tatap muka secara berkala dengan anggota Group Smart Life