Great issue in politic
“ Bro, kenapa sampai segitunya Prabowo pangkas APBN. Dan lagi itu demi MSB.” Kata Aling.
“ Duh.. Saya garuk kepala. “ Contoh kamu dirut perusahaan. Anggaran defisit. Defisit itu karena 1/3 anggaran habis untuk bayar bunga dan utang. Nah gimana cara kamu mengatasi keadaan keuangan seperti itu ? kata saya.
“ Ya penggal anggaran. Agar defisit tidak besar dan kalaupun hutang lagi tidak terlalu bersar utangnya. “ kata aling
“ Smart. “Kata saya mengacungkan jempol. “ Itulah yang dilakukan Prabowo dalam menghadapi keuangan negara warisan Jokowi. “ Kata saya.
“ Tapi katanya pemangkasan APBN itu demi MSB “
" Duh ling. Kamu kadang lugu soal politik. “ kata saya tersenyum. “ MSB itu hanya narasi untuk pangkas APBN sebagai beleid menjaga keseimbangan fiscal. Sehingga APBN kita bisa sustain. “ Samnbung saya.
“ Ya kenapa engga terus terang aja. Katakan saja bahwa pemotongan anggaran itu karena defisit fiscal akibat hutang masa lalu.” Kata Aling.
“ Ya system APBN hanya bisa dimengerti oleh politisi dan akademisi. Itu akan mudah dipatahkan dalam argument politik. Dan sulit dapat dukungan dari rakyat. Karena engga mudah dipahami oleh rakyat. Nah issue MSB mudah dipahami rakyat dan kalau politisi menolak, ya mereka menghadapi rakyat langsung. “ kata saya.
“ Oh jadi itu hanya narasi politk. Mainkan issue “ kata Aling.
“ Kalau kamu baca buku Great issue in politic. Disitu ada dasar teorinya bagaimana created issue to get great issue. Contoh, Trumps berencana keluar dari paris agreement dan ESG. Elon Musk berencana menutup USAID dan Lembaga soft power AS. Itu semua hanya issue. Esensi nya agar rakyat AS focus kepada kebijakan domestic, yang salah satunya memotong anggaran birokrasi di AS termasuk anggaran poltiik soft power. “ Kata saya.
“ Baru paham gua. Jadi ibarat teori billiard. Tembak bola nomor 3 tapi nomor 1 masuk. “ Kata ALing. “ jadi kita tidak boleh terjebak dengan issue. Apalagi di era social media.” Sambung aling. Saya senyum aja.