paradox bps

Arsip Terupdate
Paradox “ BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2024, 5,03%. Padahal penerimaan pajak tidak mencapai target. Daya beli turun dan PHK melanda. Kok kontradiktif dengan realitas. “ Tanya Ira. “ Sebenarnya BPS itu tidak salah. Hanya saja berita itu tidak disertai penjelasan secara utuh. Berita tidak mencerdaskan. Seperti berita dari buzzer aja.” Kata saya. “ Utuhnya seperti apa ? “ Pertumbuhan 5% itu ditopang oleh sector tambang yang tumbuh dua digit. Sementara sector industry, perdagangandan eceran, pertanian hanya 1 digit. “ Kata saya. “ Kenapa bisa begitu ? “ Karena pertumbuhan ekonomi kita tidak inklusif. GINI rasio kita kan timpang sekali.” Kata saya. “ Saya semakin tidak respect kepada BPS. Sama halnya muak baca data survey tingkat kepuasan publik kepada Pemerintah. Mengapa ? karena tidak mendidik dan cenderung bias. Padahal data itu penting untuk mencerdaskan rakyat agar mereka mengantisipasi dan memitigasi resiko bagi kehidupan personalnya.” Kata Ira. Saya senyum aja. “ terus kenapa Saham bank BUMN pada tumbang semua ? tanya ira. “ Ya sentiment negatif kebijakan Trumps yang mengindikasikan likuiditas akan semakin ketat. Nah bank kan hidup dari likuiditas. Prospek bisnis bank ke depan akan lesu. Belum lagi dengan adanya BPI Danantara. Investor sekelas BlackRock pasti mengendus akan ada moral hazard lewat sekuritisasi saham bank. “ Kata saya. “ Ale, terimakasih.” Kata Ira kemudian. “ Ada apa ? tanya saya mengerutkan kening. “ Tempo hari kan gua ngeluh ke lue soal susahnya undang CFO First Class Fund Manager Asia dalam program seminar gua di Singapore. Eh kemarin entah kenapa dia setuju datang .” Kata ira. Saya senyum aja. “ Lue yang bantu ya.? Tanya ira. “ Ah enggalah. Gua pengangguran dan tidak sekolah tinggi. Mana mungkin bisa beri rekomendasi boss sekelas CFO kelas dunia.” Kata saya tepiskan tangan.