akar masalah

Arsip Terupdate
“ Wah mantap “ seru saya pas lihat gulai ayam ( kari) campur cempedak dan nenas terhidang di meja makan. Oma tersenyum senang. “ Gua masak dari habis sholat subuh. Gua bilang sama ART. Gua mau lihat suami gua senyum senang. Eh ternyata benar.” Kata Oma. “ Pah, gua kadang nonton TV bingung. Beritanya bikin kawatir. Apalagi katanya ekonomi akan sulit di era Prabowo. “ kata Oma. “ Ya jangan nonton TV yang acara nya berita politik. Kan Smart TV ada fitur Netflix. Nonton Netflix aja. Atau ada fiture Youtube premium. Nonton acara masak aja”kata saya tersenyum. “ Jadi mama bisa terus Bahagia tanpa ada kawatir apapun.” Lanjut saya. “ Ah bukan itu maksud gua. Kenapa ada kekawatiran era Prabowo.” Tanya oma. “Bukan masalah yang harus dikwatirkan kalau tahu cara mengatasinya. Tentu jadi masalah kalau tidak tahu cara mengatasinya. Jadi sebenarnya kawatir atau tidak, itu kan pilihan. “ Kata saya. “ Gimana bisa tahu cara mengatasi masalah ? “ Ya pahami akar masalah. Nah akar masalah Prabowo kan karena mewarisi mandatory spending yang besar. Dan sebagian besar atau lebih 1/3 anggaran habis untuk bayar utang dan bunga. Jadi cara mengatasinya ya penggal APBN dan alihkan ke sector yang strategis, yang bisa meningkatkan kemampuan membayar utang di kemudian hari.”kata saya. “ Ya tapi apa mungkin kurangi anggaran APBN. Kan sekarang udah pada banyak yang ngeluh.” Kata oma. “Kalau tidak mau mengatasi masalah ya sudah, tidak perlu ada effort. Maka masalah akan selalu ada. Ini soal pilihan. Mau stuck atau berubah” Kata saya. “ Mengapa orang ngeluh ? tanya oma. “ Ya karena hidupnya tidak terlatih menyelesaikan masalah. Kan hidup ini tidak ramah. Harus ada effort besar mengatasi kendala menjadi peluang untuk kita lebih baik. “ Kata saya. “ Baru ngeh gua. Jadi selama ini papa punya pikiran selalu begitu. Makanya selalu kelitan tenang. Seperti tidak ada masalah. “ “ Memang engga ada masalah. Kan papa setiap waktu berusaha mengatasi masalah. Dan itu ada progress nya. Nah progress itu bukan lagi masalah tapi peluang untuk lebih baik. Dan dari sana kita berkembang karena waktu. Artinya manusia itu memang berkembang karena masalah. Bahasa romantisnya setiap masalah adalah pesan cinta dari Tuhan. Agar kita berubah menjadi leih baik” Kata saya. “ Makaya miras bagi papa bukan masalah haram. Tetap aja miras..” kata oma cemberut. Duh kenapa kesana lagi ujungnya. Saya diam aja. “ Papa memang tidak ada ketergantungan dengan miras. Tapi engga bisa lepas dari miras. “ Kata Oma lagi. Ya bagi oma miras itu masalah. Sementara bagi saya bukan masalah. Masalah saya hanya bisnis dan itu saya nikmati saja. Dan bagi istri yang tidak punya masalah financial akan selalu bilang. “ Gua engga butuh uang. Gua butuh suami sehat.” Ya udah. Mending saya diam aja"