bulog

Arsip Terupdate
Tadi saya bertemu dengan teman, banker asing. Saya undang dia makan siang di restoran jepang yang ada di hotel. Wanita mature namun tetap energik di usia 50 up. “ Tadi sekretaris saya kirim WA. Link tulisan anda di blog. Menarik sekali. Tulisan sederhana tapi bagi orang punya pengetahuan logistic dan supply chain, itu sangat rasional dan feasible di jalankan oleh Bulog. Karena pra syarat BULOG sebagai supply chain berkelas dunia terpenuhi. Indonesia produsen pangan nomor 4 dunia dan konsumen pangan nomor lima dunia. Letak geografis sangat mendukung sebagai hub perdagangan dunia” Katanya. Saya senyum aja. “ Tapi Ale, dengar bisik bisik nih. “ katanya tersenyum. “ Sepertinya rencana BULOG dibawah presiden, seperti istilah you win you take all. Group PS ingin kuasai rente pangan. Kamu tahu kan Hashim sudah lama sebagai importir pangan. Dan kalau impor pangan dan offtake gabah di kembalikan kepada BULOG. Semua pengusaha rente pangan yang selama ini berinduk kepada elita partai akan kena gilas. “ katanya. “ So, idea kamu tidak akan jalan. Sepertnya pemerintah siapapun presiden tidak focus kepada rakyat banyak. Mereka lebih dulu rebut pundi pundi uang. Impor pangan itu cuanya besar banget.” Katanya lagi. Saya menyimak saja. “ Samahal nya dibentuk PT. Danantara yang menggabungkan BUMN tajir dalam satu holding. Saya tidak yakin itu bertujuan leverage untuk proyek pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Ujung ujungnya hanya untuk biayai hilirisasi dan estate food. Korporat juga yang nikmati.” Katanya lagi. “ Win, saya tidak pernah kehilangan harapan kepada pemimpin terpilih. Karena itu takdir kita. Kalau Tuhan berkehendak, bisa aja Tuhan menguatkan hati PS untuk tetap membela kepentingan rakyat banyak. Dan dia berani hadapi semua yang menghalangi tujuannya mesejahterakan rakyat. “ kata saya. Dia acungkan jempol. “ Itu yang saya suka dari kamu. “ Katanya tersenyum. “ Tapi saya banker. Tidak mudah percaya dengan omongan pemain hedge fund seperti kamu. “ katanya. Saya senyum aja. " Trap the mouse and laugh" Dia tertawa menunjuk saya. Saya senyum kecut. Lanjut pembicaraan dengan Win, banker asing. “ Tahun depan PPN 12% diterapkan. Iuran Dana Pensiun Wajib Pekerja diterapkan. Penyesuaian subsidi BBM, tidak ada lagi subsidi Harga tetapi subsidi uang. Gimana pendapat kamu” Tanya Win. “ Saya tidak mempermasalahkan soal kenaikan PPN 12%. Itu hak pemerintah mengatasi defisit APBN. Yang saya pertanyakan, apa program real meningkatkan Tax ratio. Kan engga bisa subject pajak itu itu aja, 80% dari 100 konglo. Itu engga sehat. Demokrasi dikudeta kapital.“ kata saya. Win mengangguk. “Terus soal Iuran dana pension wajib pekerja ? “ Saya juga tidak mempermasalahkan. Apalagi itu udah UU. “ Kata saya. “ So..” “ Yang perlu saya pertanyakan. Mengapa Pengelola Dana Pensiun patuh begitu saja dana mereka disalurkan ke SBN. Kan mereka harus bertindak layaknya bangker. Mereka punya hak memastikan dana SBN itu bisa menjamin tidak akan ada PHK dan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat sehingga dunia usaha bisa terus meningkatkan arus premi pension. Ini nyatanya selama ini, dana pension disalurkan ke SBN, PHK tetap terjadi dan kebangkrutan massa terjadi. Wajar dong kalau orang bertanya dikemanakan aja duit pensiun itu ? Kata saya. “ Terus gimana dengan subsidi BBM lewat BLT? “ Juga tidak ada masalah. Ok aja. Namun apa bisa pasti nama penerima BLT itu? . Tuh baca aja data mensos.. Sebagian besar dana BLT salah penyalurannya. Itu karena data tidak valid. Lagian sejak kapan kita benar urus data penduduk. Liat aja DPT pemilu. Data mendagri dan BPS, KPU beda. Kacau dah. “ kata saya. Win tersenyum. ‘ Terus kenapa kamu undang saya makan siang. Tumben kamu undang. Padahal sebelumnya susah banget saya hubungi.” Katanya lagi. “ Kangen aja. “ Kata saya sekenanya sambil ambil potongan shushi. Dia mengangguk nganguk. “ Saya tidak percaya. Mana ada pemain hedge fund beraksi tanpa alasan apapun. Secuilpun aksi ada hitungannya.” Win menimpali. “ Duh win. Saya udah tua. Gimana lagi saya yakinkan kamu. Saya bukan Ale 15 tahun lalu kamu kenal” kata saya tersenyum. “ Tetap engga percaya. Mana ada elang tua berhenti. Yang ada bertapa untuk ganti patuk agar bisa tambah energi.” Katanya lagi. Saya dekati dia duduk disebalah. " jangan genit kamu Ale. " teriaknya. Saya senyum aja. "Kamu mau saya balik lagi ke kursi saya.."" Dia tahan tangan saya. Mana ada mangsa bisa lepas dari cengkraman elang..