Berhutang.

Arsip Terupdate
Berhutang. Cash flow atau arus kas adalah perputaran uang tunai. Ibarat tubuh manusia, arus kas itu peredaran darah. Kalau darah mampet atau tersendat, ya akan terjadi stroke. Berujung pada fall down. Sesehat apapun jantung dan organ tubuh anda yang lain, itu tidak ada gunanya. Begitu juga dalam bisnis atau negara atau personal. Katakanlah. Asset Rp. 1 miliar. Pengeluaran setiap bulan Rp. 20 juta. Sementara pemasukan Rp. 15 juta. Defisit Rp. 5 juta. Apa yang anda lakukan dengan situasi itu ? kalau spiritual anda tinggi, anda akan memilih mengurangi belanja dan berusaha meningkatkan pendapatan agar sesuai dengan pengeluaran. Kalau spiritual rendah dan bego, ya cari utangan. Bisa lewat koperasi, bank syariah atau pinjol. Saat adan berhutang, hanya masalah waktu, anda dipastikan bangkrut. Makanya personal financial planning itu penting dipahami. Juga, dalam bisnis perencanaan cash Flow itu sangat penting. Dari perencanaan itu bisa diketahui atau diprediksi berapa pemasukan dan berapa pengeluaran. Kalau pengeluaran lebih besar, ya harus ada rencana meningkatan pendapatan atau kalau sulit, ya kurangi pengeluaran. Itu biasa saja. Yang tidak biasa dan konyol, adalah rencana cash flow dibuat tetapi tidak dilaksanakan dengan disiplin tinggi. Akibatnya tanpa disadari usaha terjebak utang jangka pendek. Engga jalan tanpa adanya utangan. Ya hanya masalah waktu, usaha akan bangkut. Dalam mengelola negara juga begitu. Apalagi dalam sistem neraca APBN berbentuk I, tidak lagi T seperti orba. Itu sangat mudah mengetahui surpus dan minus APBN. APBN kita disusun dengan baik. Tetapi dalam implementasinya tidak disiplin. Misal, dari awal proyek kereta cepat itu B2B. Di luar APBN. Eh diganti jadi jaminan APBN. Awalnya proyek IKN itu dibiayai lewat PINA ( Pembiayaan investasi non anggaran) seperti KPBU dan lain lain. Ternyata dalam pelaksanaannya tanpa APBN tidak jalan. Semua perubahan itu berujung kepada utang. Kalau tidak ada penambahan income, ya ujungnya pasti bangkrut. Kebangkrutan bukan karena utang. Karena hutang itu hanya alat leverage untuk menggapai peluang meningkatkan pendapatan. Bukan alat menuaikan mimpi yang tak terjangkau oleh kita. Jadi ini soal mindset. Kalau tidak ada peluang nambah income atau lemah otak menggapainya, atau lemah mental nahan selera rakus, sebaiknya tidak berhutang. Mengapa ? Mari kita mengenal DSR ( debt service ratio). Aset anda Rp. 1 miliar. Katakanlah utang sebesar Rp. 1,5 miliar. Itu artinya Debt to asset mencapai 150%. Cicilan per bulan Rp. 5 juta. Tetapi karena utang itu, pendapatan bulanan anda setiap bulan bertambah, sehingga hanya 10% (DSR) dari pendapatan untuk bayar bunga dan cicilan. Itu smart. Pada tahun 2023, rasio utang bruto pemerintah Singapura terhadap PDB adalah 167,9%, sementara rasio utang Indonesia terhadap PDB adalah 39%. Tetapi DSR singapore hanya 16% sementara Indonesia 30%. Lagi lagi cash flow yang menentukan, bukan jumlah hutang terhadap asset.