wirausaha

Arsip Terupdate
VIsi wirausaha ( Smart financial ) Pemain hedging akan cenderung jadi hedger. Karena tergoda kerakusan. Sehingga mudah tergelincir jadi pecudi. Dan kalau itu yang terjadi, hanya masalah waktu dia akan tumbang dengan sendirinya. Tumbang oleh kerakusannya sendiri. Itu yang saya pahami bertahun tahun dari keberadaan N Holding. Mereka memang raksasa dalam bisnis pangan. Udah 100 tahun lebih berdiri. Menggurita dari hulu sampai ke hilir. Wajar mereka merasa bisa mengatur segala galanya termasuk dalam future trading. Satu saat saya baca berita koran. N holdng berencana melepas surat utang ke pasar untuk refinancing utangnya. Sebagai pemain, otak reptile saya langsung bergetar. Ah ada apa ini? Saya tidak mungkin percaya begitu saja alasanya yang disampaikan lewat media massa. Sama halnya saya tidak percaya berita soal NPI pemerintah surplus. Tapi gimana saya bisa tahu jeroannya.Apalagi dia menolak investor institusi sebagai pembeli surat utangnya. Dia jatahin surat utang itu untuk bisa dibeli. Jadi sulit dapatkan akses keterbukaan informasi secara deep. Tapi dasar mantiko, ada aja jalan untuk dapatkan informasi. Setelah itu saya atur skema trading untuk trap N Holding dalam future trading. Lebih setahun saya mengaturnya dengan melobi para pedagang dan investor hedge fund. Akhirnya mereka setuju. Aksi dimulai. Tidak lebih 1 tahun setelah itu, N holding terjebak hutang. Karena kalah dalam future trading komoditi pangan akibat perang dagang China-AS. Mereka salah mengantisipasi pasar domestic China. Yang tadinya tergantung impor biji bijian dari AS, beralih ke Rusia. Dalam hal komoditas susu, China over supply, banting harga susu di pasar dunia. Jadi kasus dumping. Dampaknya meluas terhadap cash flow ekosistem industry susunya. Sementara Stok komoditas yang ada digudang mereka tidak cukup untuk delivery phisik. BEli di market harga udah mahal. Sementara cash flow bleeding. Lonceng kematian bergema. Saat itulah saya perintahkan asset manager tawarkan penyelamatan. Dua tahun kemudian Yuan bisa kuasai N holding yang punya 300 kantor di 30 negara. Berpengalaman lebih 100 tahun dalam international business agriculture, refinery pupuk dan pestisida, mesin pertanian, stockis dan logistic dan lain lain, dengan total karyawan lebih 300.000. Kini N Holding dibawah Unit business Yuan bidang Agro dan minng, CEO nya Sanya. Chaiman, Wenny. Hikmah cerita. Pemegang saham pengendali tidak mau tambah modal untuk penyelamatan. Padahal berpuluh tahun mereka dapatkan deviden. Namun deviden itu mereka tumpuk dalam asset keras seperti istana megah, kapal pesiar, privat jet. Ada uang cash, tetapi di simpan dalam surat berharga berjangka Panjang, yang tidak likuid. Semua itu ongkos dan tidak valueable mendukung peran mereka sebagai wirausaha. Mereka tidak bisa membina eksekutif. Pendekatan dengan eksekutif hanya pendekatan kapitalis, bukan pendekatan cinta seperi Udin pedagang sempak. Nah Ketika krisis terjadi, para eksekutif itu beramai ramai berkiblat kepada penyelamat, yang menawarkan program akuisisi yang lebih visioner dan komit hanya 10% deviden out. Selebihnya di invest lagi menjadi cadangan laba. Menjamin tidak akan ada nepotisme