salah orientasi

Arsip Terupdate
Salah orientasi.. ( smart financial) LBP mengantakan kemungkinan PPN akan ditunda. Sebelum diberlakukan kenaikan 12%, pemerintah akan memberikan subsidi pembayaran listrik kepada kelas menengah. "Jadi, kami lagi menghitung ya apakah dari golongan 1.200 sampai 1.300 watt ke bawah. Ya, nanti orang-orang mungkin sudah nggak bayar 2-3 bulan. Ini lagi dihitung lah berapa jumlahnya (penerima)," jelas Luhut. Kalaulah benar, 2-3 bulan gratis. Terus what next ? Apakah dengan subsidi itu kelas menengah sudah mampu bayar kenaikan harga? Kan engga. Sumber masalah karena daya beli merosot akibat penghasilan tidak cukup untuk belanja. Ini masalah fundamental bukan bukan sekedar tunda aturan lewat bansos 2-3 bulan. Apa fundamental ekonomi kita itu ? Pertama. Suku bunga pinjaman bank tinggi. Sebagian besar bank menerapkan bunga 2 digit. Karena cost of fund mahal akibat likuiditas tersedot ke SBN dan SRBI. Ini memperlambat ekpansi dunia usaha. Dari kelas atas sampai kelas menengah kena dampaknya. Kapasitas drop. Lihat aja data index PMI. Udah kontraksi. Banyak pabrik mengurangi jam produksi dan ada banyak juga yang PHK. Pasar domestic lesu. Kedua, APBN yang terjebak utang membuat kita tidak leluasa memberikan insentif pajak kepada dunia usaha. Padahal pengurangan pajak PPN itu menbantu dunia usaha terhindar dari melemahnya daya beli domestic. Sementara karena APBN terjebak hutang. Sangat tergantung kepada factor eksternal. Membuat kita tidak bisa memangkas suku bunga guna mengantisipasi kebijakan tarif Donald Trump. Ketiga, udah jelas fundamental ekonomi kita rapuh karena debt trap. Engga ada upaya serius mengurangi defisit APBN. Engga ada upaya serius pangkas APBN sampai 40%. Sementara ada pendapatan pasti dari pajak engga diurus penagihannya. Jumlahnya engga sedikit. 300 pengusaha ngemplang pajak Rp. 300 triliun. Takut sama konglo? Belum lagi pajak karbon yang sudah diundang undangkan, ditunda pelaksanaannya sejak tahun 2022. Engga berani sama pengusaha tambang batubara? Banyak solusi mengatasi fundamental, tapi karena terjebak oligarki jadi main drama sabun terus…bolak balik bansos sulusinya. Udah seperti iklan teh botol..