Elon musk
“ Apa yang kamu ketahui tentang Elon Musk ? Tanya Dewi.
“ Yang pasti dia kutu buku. Pada setiap kesempatan yang luang, dia gunakan waktunya membaca. Walau dia punya wawasan sampai ke ruang angkasa, tetapi secara personal dia orang yang pragmatis. Dia punya prinsip masa depan itu urusan para insinyur menjalankan visinya. Dia hanya focus hari ini untuk menghasilkan uang. Entah bagaimana caranya. Uang harus dia kuasai lebih dulu. Karena itu dia mau kerja keras dan mengorbankan apa saja, termasuk rumah tangganya.“ Kata saya.
“ Visi ruang angkasanya hebat ya.”
“ SpaceX bukanlah satu satunya pemain. Bukan pula inovator teknologi angkasa. Ada United Launch Alliance (ULA). Sebelum Elon Musk bicara tentang visi ruang angkasa, ULA sudah berdiri. SpaceX masih mengerjakan prototipe, ULA sudah produksi. China juga sudah punya. Belum lagi lainnya seperi Blue origini di AS. “
“ Kenapa akhirnya dia memilih China sebagai supply Chain Industri ruang angkasanya, sepeti roket dan satelit? Tanya Dewi.
“ Saya katakan tadi. Dia itu orang yang pragmatis atau tepatnya pedagang. Dia tahu bahwa engga mungkin dia bisa dapat untung dari industri ruang angkasa, kalau tekhnologi dan ketergantungan supply chain masih dari AS. Semua industri ruang angkasa di AS dan Eropa seperti Boeing, Hughes, Locked dan lain lain, tidak ada yang untung. Padahal mereka sudah lebih dulu dari Elon. Makanya dia pakai supply chain dari China yang murah. Engga ada urusan soal nasionalisme AS. Nah dia banting harga bandwidth satelit untuk layanan data. Harga jatuh 77%. Ini termurah selama 5 tahun belakangan ini. “
“ Jadi bisnis ruang angkasa sudah seperti bisnis angkot dong” Kata Andi tertawa. Saya senyum aja. “ Lantas darimana investasi untuk riset kalau margin laba kecil ? Tanya Dewi.
“ Elon mana mikir sejauh itu. Dia hanya tahu soal riset tekhnologi ya China. Dia hanya dagang merek aja. “
“ Oh pantas saya baca di surat kabar. Pentagon dan senat AS bersuara keras. Kawatir SpaceX dijadikan alat mata mata dari China untuk mengetahui sistem pertahanan AS. Apalagi ketergantungan SpaceX akan diikuti oleh provider satelit lainnya. Hancur dah kedaulatan AS. “ Kata Dewi. Saya senyum aja.
“ Terus kenapa China melarang Starlink di pasarkan di China?
“ Ya kamu kan tahu. Itu teknologi starlink sebagian besar dari China. Ngapain China beli dari Elon. China punya lebih canggih dari Starlink “ kata saya. “China hanya manfaatkan Elon menguasai pasar bandwith via satelit dan pada waktu bersamaan melancarkan grand strategi China menguasai orang perorang di dunia. Kalau AS hegemoni nya focus ke negara lewat militer dan politik, tetapi china ke orang lewat layanan data ke rumah rumah. Dari sana, Elon dapatkan uang dari pemain hedge fund yang create Iusi value di bursa”
“ Apa jadinya kalau akhirnya Starlink bernasip sama dengan Tesla, yang tumbuh besar berkat dukungan tekhnologi dari China dan terpuruk juga karena kompetisi China ? Tanya Dewi.
“ Ya dia akan datang dengan visi baru lagi, dan akan selalu ada pemain pasar uang yang memanfaatkan visinya itu untuk menarik uang lewat bursa. Begitu aja terus. Gimanapun juga uang beredar di dunia udah bubble dan itu perlu cangkang besar. Elon punya segala galanya untuk menjadi aktor agar persepsi pasar terbentuk bahwa dia orang hebat dan dipercaya .” Kata saya tersenyum..