visi pedagang

Arsip Terupdate
“ Ale, gua 10 hari business trip ke Eropa, Timur Tengah. “ kata Aling saat ketemu saya kemarin di Grand Hyatt. “ Hebat. Udah seperti Prabowo lue. Jalan jalan terus.” Kata saya tersenyum. “ Ngapain ? tanya saya. “ Gua ke Eropa beli kapal untuk jalankan kontrak time charter Yuan di Indonesia dan terus Piory perintahkan gua mampir ke Doha sekalian urus perpanjang long term contrak cargo Bauksit dari Guinea Afrika barat ke Qatar. Gua baru tahu, ternyata Yuan salah satu pemegang saham pada smelter Bausit di Qatar. “ Kata Aling. “ Oh I see.” ““ Indonesia kan produsen bauksit nomor lima dunia. Kenapa smelter bauksit tidak seperti nikel perkembangannya. Sekarang bahkan kita defisit aluminiun. Terpaksa impor ratusan ribu ton. Kenapa? Apa kendalanya ? “ Kata Aling. “ Problem nya keterbatasan energi listrik. Kita ini selama ini ngotot pakai fuel batubara. Ya engga feasible. Harusnya dari gas dan lebih efisien lagi listrinya dari PLTA. “ Kata saya. “Kenapa ? “ Bisnis smelter bauksit itu sama saja kamu dagang fuel. 80% cost produksinya berasal dari energi listrik. Makanya negara penghasil minyak seperti Arab, Oman, Qatar, Dubai punya smelter bauksit. Bauksit mereka impor dari Guinea Afrika barat. Jadi walau harga crude atau gas jatuh, mereka tetap aman saja. karena fuel terserap untuk smelter bauksit. Artinya dari 100 % harga aluminium itu 80% berasal dari listrik. Paham ya.” “ Engga “ “ Nih gua kasih contoh. Sama dengan pabrik minuman kemasan. Untung gede kan dari kemasan, bukan dari airnya. Kamu kan tahu berapa margin kita jual biji plastik ke pabrik minuman kemasan. Sama dengan jual rokok. Untungnya dari kemasan, bisa 40%. Untung dari Tembakau kecil banget karena dibandrol dan kena cukai pula. Paham “ Kata saya. “ Nah paham gua. Jadi hilirisasi bausit itu terkendala karena maksain pakai fuel batubara dan engga ada investor atau bank di luar negeri mau biayai. Karena engga feasible” Kata ALing. “ Di bawah Yuan Mining pimpinan Sanya. Yuan pemegang saham pengendali DG group, industri aluminiun sheet di China. Yuan juga pemegang saham CZH group, Industri aluminium extrusion. Ini merupakan metal campuran aluminium untuk blok mesin kendaraan dan alat pendukung pembangkit listrik. Termasuk pelat aluminium untuk industri dirgantara. Riset tekhnologi metalurgi yang rumit berahasil membuat campuran metal untuk menjamin kekuatan dari segregasi, dan tekanan internal. “ Kata Aling. Saya diam aja. “ Ale, yang gua heran. Itu semua karena visi supply chain global dari Yuan. Gimana lue bisa yakinkan banyak industri untuk menjadikan Yuan holding sebagai hub bisnis untuk menjamin supply chain. Kata Aling. Dia terdiam sambil menatap saya. “ Ah itu biasa saja. Engga hebat amat. Itu kan bagian dari salesman. Lulusan SMA seperti gua kan bisanya hanya jadi salesman. Bisanya hanya itu. Ya itulah yang gua dapat. “ Kata saya menimpali sambil mengibaskan tangan. “ Sekarang gua sadar ternyata industri tumbuh dan sinergi terbentuk karena visi pedagang. Ya seperti orang hong kong dan Singapore. Engga punya sumber daya tapi mengendalikan sumber daya dimana mana. Karena pasar is the king. Karena pasar, money follow us..”Kata Aling. Saya senyum aja. “ Yang hebat itu adalah kalian yang bisa mengembangkan visi pedagang jadi business model menghubungkan pasar, industry dan Financial. Piory yang jago dalam mengelola jasa logistic dan Sanya yang jago dalam mengelola sumber daya mineral tambang. Dan tentu kamu yang jago dalam hal midstream tambang. Kalian terpelajar dan karena kalianlah peradaban bergerak ke depan. Saya hanya pedagang, yang siapa saja bisa seperti saya. Tetapi management? Itu sains dan art. Engga semua orang bisa.” Kata saya tersenyum.