Bank central
Di AS itu peran bank central ( the fed ) ada dua, yaitu mengendalikan inflasi dan creating job. The fed focus ke sana. Kalau inflasi tinggi, artinya uang beredar lebih banyak dari barang. Ya fed naikan suku bunga. Maka uang tersedot ke dalam fed. Inflasi jadi terkendali.
Kalau dania usaha jadi lesu. Karena market tidak bisa menyerap produksi barang dan jasa. Daya serap tenaga kerja berkurang. Itu artinya system tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hukum demand and supply tidak jalan. Pemerintah AS diamkan saja namun tetap diamati dengan seksama.
Namun kalau sudah merembet ke system perbankan. Ya fed intervensi. Yaitu lewat tapering. Apa itu? Membeli surat utang korporat dan pada waktu bersamaan memompa uang ke perbankan dengan menurunkan suku bunga. Mengapa ? karena penyedia lapangan kerja itu adalah korporat. Ya tugas the fed jaga itu.
Terbukti setelah itu ekonomi AS berproses menuju recovery. Namun economic adjustment juga terjadi. Apa itu. Perubahan bisnisi model. AS biasa begitu. Setiap ada goncangan, setelah itu terjadi perubahan. MIsal awalnya yang jaya korporat Oil and Gas. Terjadi krisis 2000. Recovery lagi. Berubah berkembang bisnis dot com. Tahun 2008 krisis lagi. Recovery lagi. Berkembang bisnis IT.
Kini AS sedang akan mengubah business model nya dari outward looking ke inward looking policy. Suku Bunga akan tetap tinggi namun mata uang dollar akan menguat. Karena peluang domestic meningkat, yiled obligasi akan turun. Nah saat itulah the fed ambil cuan gede dari money market.
Apa kesimpulan dari cerita diatas. Di Indonesia peran BI itu tidak lagi sepenuhnya pengendali inflasi. Peran itu ada pemerintah. BI juga tidak berperan sebagai creating job. Jadi apa sebenarnya tugas BI? Ya jaga stabilitas kurs rupiah aja. Makanya ekonomi kita sangat bergantung dengan factor eksternal. Jadi kalau keadaan ekonomi dunia batuk, ya kita demam. Kalau dunia demam ya kita stroke.
Mengapa? Jumlah kewajiban asset financial luar negeri kita jauh lebih besar daripada asset dalam negeri. Jadi stabilitas kurs kita tergantung dari neraca posisi international investasi. Sedikit aja ada goncangan ya demam.