easy doing bussines index

Arsip Terupdate
Ada yang komen ke saya. Apa si babo easy doing businss index itu. Bisa jelaskan secara sederhana.. GI impor ikan beku dari China untuk supply ke pabrik ikan kalengan di Indonesia. GI beli dari koperasi nelayan. Rp. 9 rupiah. PPN Rp. 1 rupiah. Harga pokok Rp. 10. Tapi saat GI jual ke Pabrik pengalengan ikan di Indonesia dengan harga juga Rp. 10. Hitungannya GI engga untung. Tapi karena pemerintah china refund PPN 1 Rupiah. Jadi GI untung Rp. 1. Mengapa pemerintah China refund PPN. Itulah tata niaga bisnis meningkatkan ekspor komoditas. Karena kalau ikan dijual kepada pedagang local, kena PPN. Namun pada akhirnya PPN dibebankan kepada konsumen akhir dan restoran nya. Di Thailand dan Vietnam juga begitu. Mengapa? Karena pemerintah tahu, ikan itu ongkos penyimpanannya mahal. Kalau engga ada insentif pajak, akan beresiko kepada nelayan. Gi punya pabrik minuman ringan Cincau di Malaysia. Pemerintah bebaskan PPN kalau daun cincau itu dibeli langsung dari petani. Tentu syaratnya petani terdaftar sebagai UKM. Karena petani tidak punya Gudang untuk simpan stok. Tapi kalau beli dari Pedagang ( pemasok). Kena PPN 10%. Karena pedagang mampu stok. Di Thailand juga begitu. Petani kopi di Vietnam juga dapat fasilitas begitu. Di Thailand, kalau kita bangun pabrik pengolahan makanan. Petugas PEMDA pasti datangi kita. Mereka kenalkan kelompok tani yang siap jadi pemasok. “ Anda engga usah beri kredit kepada petani. Itu urusan kami. Kalau anda tidak bisa bayar kontan karena alasan cash flow. Kami bisa beri rekomendasi kepada Bank agar anda dapat kredit supply chain. “ kata mereka. Coba, apa engga happy. Di Cina juga sama. Vietnam juga sama. Gaya Pemda nya benar benar seperti pedagang. Engga seperti petugas yang biasa minta uang upeti. Sehingga kita merasa nyaman dan focus gimana tingkatkan produksi. Bahkan di China, pabrik dapat dana bailout dari Pemda untuk biaya pelatihan bagi buruh agar produktifitas nya meningkat. Di negeri orang sayang, jarang sekali pejabat bicara program lewat media massa. Tetapi kehadiran mereka nyata di tengah tengah masyarakat lewat advokasi dan pembinaan terus menerus. Bagaimanapun. Indonesai jauh lebih baik. Karena setiap hari pejabat bicara tentang bansos dan bansos…karena pejabat malu dibayar dan kaya raya tanpa bagi bansos ke rakyat.