“ Ale, saat sekarang SIDC dan Yuan pasti terpengaruh dengan keadaan ekonomi China dan global yang slowdown. Tetapi lue keliatannya santai aja. Kenapa?
Mau tahu alasannya ? Tanya saya. “ Ya “ kata Florence.
Pertama, memeng unit business Eletronik dan mineral tambang berserta turunannya sedang lesu. Itu bukan karena kita saja. Tetapi semua merasakan. Yang bisa dilakukan adalah menjaga jangan sampai kontraksi. Sekarang tumbuh sekitar 2%. Lumayan.
Kedua, SIDC punya Perkebunan Gandum dan Soya di Rusia. Kebun pisang di laos dan China. Punya peternakan di China dan Ausi. Yuan punya Perkebunan Tebu di Brazil, punya peternakan babi di AS dan punya perkebunan Soya di Rusia. Juga perkebunan Cabe di Afrika. Total lahan yang dikuasi SIDC mencapai 1,5 juta hektar dan Yuan hampir 3 juta hektar. Saat sekarang semua harga komoditas pangan naik berlipat. Ya cuan besar. Semakin krisis dunia semakin naik harga pangan.
Ketiga, SIDC dan Yuan punya unit business pharmasi, khusus API, Mau krisis atau engga, obat tetap aja dibeli orang. Bahkan peningkatan penjualan unit business pharmasi terus meningkat dan laba semakin meningkat.
Jadi, secara akumulasi pertumbuhan holding tetap diatas 7%. Itu karena didukung oleh unit business Agro dan pharmasi.
“ Jadi lue udah antisispasi jauh sebelumnya. Makanya lue bisa santai aja sekarang “
“ Ya. Dari sejak tahun 2010 gua udah focus ke agro dan pharma. Sampai sekarang, gua sendiri yang pimpin perencanaan sampai menentukan CEO. “ Kata saya.
“ Pantes SIDC berani punya Lab pertanian senilai USD 500 juta. Yuan juga punya lab pertanian di Ausi dan China. Gua pernah lihat yang punya Yuan di Changsa, Luasnya lab aja 5000 hektar. Masuk kompek lab sudah seperti masuk markas NASA seperti di film film”
“ Ya kunci keungulan Agro bukan penguasaan lahan tetapi penguasan tekhnologi. Kalau kuasai teknologi, kita bisa tanam dimana saja. Dan engga ada negara yang nolak dibayarin lahannya, apalagi negara yang visi sains nya rendah seperi Afrika, Amerika latin dan Indonesia. Itu dapatkan pajak dan menampung angkatan kerja aja udah happy mereka. “ Kata saya.
“ Seharusnya visi negara itu seperti lue itu. Apalagi geographi kita di garis khatulistiwa yang tidak mengenal empat musim. En ini tambang dibanyakin, lingkungan rusak hutan gundul. Bangun estate food, utan lagi digunduli hasilnya tetap aga gatot. Engga mikir membangun secara modern berbasis riset. SDA itu kan anugerah Tuhan dan harus dikelola dengan IPTAK, ilmu pengetahuan dan takwa. “ kata Florence. Saya senyum aja.
“ Gua pedagang sempak. Mana paham visi negara. Bagi gua, semakin bego pemerintah semakin cuan gua. dah gitu aja” kata saya. Florence melotot “ dasar mantiko lue”