jatuhnya index PMI

Arsip Terupdate
Jatuhnya Index PMI. Ukuran PMI itu sederhana. Kalau PMI diatas 50, artinya ekspansi. Ekonomi bergerak ke depan dengan optimis. Kalau PMI dibawah 50. Artinya kontraksi. Disebut kontraksi karena against terhadap pertumbuhan ekonomi. Biasanya kalau pemerintah tidak mitigasi jatuhnya PMI ini, setelah itu akan berujung resesi. Data purchasing manager Index (PMI) itu sangat objectif dalam mengukur ekonomi negara. Karena survey nya benar benar real market. Produsen, konsumen, perbankan, jasa, pekerja lainnya dilibatkan dalam perhitungan index PMI. Saya gambarkan secara sederhana apa itu PMI. Kalau daya beli tinggi. Itu tandanya ekonomi baik baik saja. Pabrik akan lipatkan gandakan produksi. Tenaga kerja akan dapat tambahan bonus dari lembur. Bukan tidak mungkin pabrik tambah tenaga kerja. Suplier barang dan jasa akan tingkatkan bisnisnya agar bisa mendukung permintaan pabrik. Mereka juga akan nambah pekerjanya. Dan tentu sector informal ikut kecipratan dari adanya daya beli pekerja ini. Multiplier effect itu berujung kepada kesejahteraan. Index PMI diatas 50. Sebaliknya kalau daya beli turun. Itu tandanya ekonomi tidak baik baik saja. Pabrik akan turunkan kapasitas produksinya. Tidak ada lagi jam lembur dan bonus nol. Lambat laun mereka kurangi pekerja. PHK tidak bisa dihindari. Itu juga berdampak kepada supplier barang dan jasa. Berdampak juga kepada sector informal dengan turunnya daya beli pasar domestic. Pengaruh berganda buruk terjadi meluas. PMI jatuh ke bawah 50. Lantas gimana mitigasi jatuhnya index PMI itu? Ya pertama, pemerintah turunkan suku bunga. Kedua. Gunakan APBN hanya belanja produksi dalam negeri. Ketiga. Kembangkan industry kreatif seperti pariwisata, kuliner, seni dan lain lain. Pompa dana APBN ke sana lewat insentif pajak. Contoh untuk sementara pajak F&B hapus dulu. Pajak hotel dan hiburan hampus dulu. Dah gitu aja. Tapi kebijakan pemerintah malah bukan mitigasi. PPN dinaikan. Paja daerah F&B, hotel dan hiburan tetap tinggi. Suku bunga dinaikan. Project marcusuar seperti IKN dan beli pesawat baru untuk garuda, dan lain lain terus aja menyedot APBN dan devisa, kontradiktif dengan focus APBN migigasi jatuhnya PMI. Ya resesi hanya masalah waktu. Makin lama makin dalam jurang resesi. Saran saya, mari focus memitigasi jatuhnya index PMI.