“ Ale, katanya peringkat saham MSCI Indonesia dipangkas dari equal weight menjadi underweight. Ap aitu MSCI dan apa yang dimaksud dengan underweighr “ tanya Ira tadi siang saat ketemu buka puasa. Dia ajak temannya yang juga politisi. “ Lu bisa tanya ke AI. Langsung dijawab.” Kata saya tersenyum.
“ AI itu menyimpulkan berdasarkan algoritma dari informasi yang tersebar di internet. Itu normative aja. Engga bikin kita cerdas. Sementara gua mau tahu esensial dari MSCI itu “ kata Ira.
“ Ok, gua kasih tahu ya. Index MSCI sebagai referensi bagi investor untuk menilai harga saham pada hari ini dan masa depan. Nah ukuran dari MSCI ini yang menarik adalah soal memasukan unsur likuiditas dari saham emiten. Ini penting sekali. Kan tidak semua investor keep asset untuk jangka Panjang. Dan tidak semua yang netting. Ada juga yang gunakan saham itu untuk leverage. Nah kalau likuiditas saham itu rendah. Ya ngapain beli. Walau marcap tinggi, fundamental bagus, tapi likuiditas rendah, kan sama aja onani. Mending jual aja.“ kata saya.
“ Terus..”
“ Nah kalau disebut underweight. peringkat saham yang listing di BEJ itu artinya memang likuiditas saham rendah. “ kata saya.
“ Mengapa rendah?
“ Pergerakan harga saham itu kan tergantung kurva demand and supply. Nah pergerakan kurva kan terkait dengan factor internal dan eksternal. Seperti data makro ekonomi negara, trend industry dan lain lain. Nah mengapa rendah? Itu bukan sekedar opini, Tapi memang dasarnya hitungan matematika. Tapi bukan berarti buruk. Hanya saja pada saat sekarang dan 6 bulan kedepan, trader engga bullish terhadap saham emiten tersebut. “ Kata saya.
“ Artinya sampai dengan 6 bulan kedepan bisa saja berubah.?
“ Tentu. Bisa aja rebound.
“ Walau ekonomi Indonesia kita dilanda PHK dan ekspor melemah, daya beli melemah?
“ Ya. “
“ Kenapa? Kan katanya ngitung dengan metematik” Tanya Ira mengerutkan kening.
Saya terdiam dan tersenyum.
“ Kenapa Ale ?
“ Mau tahu jawabannya ?
“ Ya lah..”
“ Walau ada 6 juta investor BEJ, dimana 90% investor bursa itu adalah local dan hanya 10% asing. Namun asing menguasai saham hampir 50%. Artinya yang menggerakan saham itu adalah asing. Nah asing ini hampir semua pemain hedge fund. Mereka perlu arena untuk leverage. Engga penting arena becek atau kering. Selagi bisa diatur up and down nya, ya itu sumber cuan. Karena memang mereka dapat cuan dari adanya volatile market. Apalagi masih banyak orang bego mau dikorbankan. “ Kata saya tersenyum.
“ Nah ini kan engga ada di AI. “ Kata Ira. : Gimana mainkan up dan down?
" Ya jualan issue lah. Seperti politik presiden kita. Padahal itu hanya omon omong doang. Tapi sentimen market meluas dan persepsi harga terbentuk. Orang dunguk kaget. Orang cerdas tertawa." Kata saya tersenyum. Ira terdiam.