dunia tidak baik saja

Arsip Terupdate
Dunia tidak baik baik saja. Presiden Prabowo Subianto menghadiri HUT Ke-60 partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Kamis (12/12/2024). Dalam sambutannya ia bicara mengenai kondisi dunia yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Teater perang Rusia - Ukraina udah masuk babak kedua. Episode pertama, hanya berdampak kepada geopolitik Eropa dan Rusia. Yang membuat baik Rusia, Ukraina, maupun Eropa babak belur ekonominya. Dampak politik dalam negeri tidak begitu signifikan bagi Rusia namun sangat berbeda dengan Eropa. Terjadi krisis ketidak percaya an rakyat kepada pemerintah akibat ekonomi melambat. Dan kini sudah masuk kepada geostrategis global. China telah secara signifikan meningkatkan laju persenjataan nuklirnya dalam beberapa tahun terakhir, sebuah perkembangan yang meningkatkan kemungkinan dimulainya perlombaan senjata baru, yang mungkin lebih berbahaya daripada persaingan Perang Dingin antara Rusia dan AS, menurut jurnalis pemenang Penghargaan Pulitzer dua kali, David Hoffman membunyikan peringatan tentang “era nuklir baru,” dengan tiga negara memimpin dan segelintir negara lain telah mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri. Persaingan tiga pihak akan jauh lebih sulit dinegosiasikan daripada Perang Dingin antara kedua belah pihak,” kata Hoffman. “Persaingan tiga pihak dengan berbagai macam kekuatan, ancaman, dan kemungkinan sedikit mirip dengan kubus Rubik diplomatik. Tidak akan mudah menggunakan diplomasi untuk menyelesaikannya. Ketakutan akan perang nuklir bukanlah hal yang tidak berdasar, kata Hoffman, bukan hanya karena ada lebih banyak negara bersenjata nuklir — kelompok yang meliputi Prancis, Inggris, Pakistan, India, Korea Utara, dan Israel — daripada sebelumnya, tetapi juga karena dampak potensial kecerdasan buatan pada sistem peringatan dini. Kemungkinan terjadinya alarm palsu yang dapat menyebabkan serangan nuklir adalah nyata, kata Hoffman, yang menulis tentang serangkaian kegagalan dalam sistem peringatan dini AS untuk pertahanan rudal balistik dalam bukunya tentang Perang Dingin. Meskipun skenarionya tampak suram, Hoffman mengatakan AS dapat mengambil tindakan untuk mencegah kiamat nuklir, termasuk memperkuat hubungan dengan sekutu AS, dan mengerjakan langkah-langkah pengurangan risiko senjata nuklir serta perjanjian pengendalian senjata yang kuat dengan Tiongkok dan Rusia. Namun faktanya dengan adanya ancaman global ini, index USD semakin menguat dan arus modal makin kencang masuk ke AS. Pemilik modal jadikan USD sebagai save haven.’Sebelum perang global terjadi, negara lain udah pada collapse akibat kris yang terjun bebas. Ekonomi stuck. Apalagi seperti Indonesia yang Kewajiban Finansial luar negerinya lebih besar dari Asset FL. Capital outflow terjadi meluas , ya bubar.