Jadi pedagang

Arsip Terupdate
Cerdas lah .. Kenapa orang memilih USD daripada Rupiah? Karena value rupiah lebih rendah daripada USD. Perhatikan hitungan kasar. SBN 10 tahun yield 6,7% sementara USD 4,3%. Secara kasat mata jauh menguntungkan Rupiah daripada USD. Tapi uang kan engga statis valuenya. Ada factor perubahan. Nah depresiasi rupiah itu ada dikisaran 9,2%, sementara USD 0%. USD lebih menguntungkan 6,8 %. Ngapain pegang rupiah. Semua pedagang punya mindset sama. Engga ada yang mau tekor. Kalau kurs Rupiah melamah, menkeu stress, ya EGP aja..Lah presiden aja cuek. Lebaran dia jalan jalan ke paris. Terus kenapa IHSG melemah? Saham yang diperdagangkan itu kan dalam mata uang rupiah. Kalau kurs melemah, asset dibalik saham itu adalah emiten, yang juga jatuh value neracanya. Karena mana ada emiten yang engga punya utang luar negeri. Pelemahan kurs menekan modal kerja dan meningkatkan resiko kompetisi. Daripada ikut bego ketiban tekor, mending kabur aja dulu dari BEI. Sell off Saham dan pindah ke USD. Makin jatuh aja kurs. Kenapa presiden biarkan kurs melemah dan IHSG jatuh, padahal dia tahu sumber masalah karena ruang fiscal sempit. Dia juga tahu solusinya adalah hapus MBG dan KDMP. Tapi dia pedagang. Dia tahu, kalau anggaran MBG dan KDMP dihilangkan. Pemilu nanti dia engga dapat suara. Mayoritas pemilih itu orang miskin. MBG dan KDMP itu alat leverage electoral. Soal Kurs melemah dan IHSG, dia EGP aja. Indonesia engga akan jatuh hanya karena kurs dan IHSG doang. Selagi TNI dan Polri happy, semua aman terkendali. Apa hikmah dari cerita ini? Jadilah pedagang. Kalau belum mampu menjadi pedagang, setidaknya miliki cara berpikir seorang pedagang. Dalam dunia nyata, tidak ada makan siang gratis. Tidak ada bantuan tanpa kepentingan. Tidak ada aliansi tanpa harga. Bahkan nasionalisme pun tidak cukup hanya diteriakkan; ia harus dihitung, dibiayai, dan dipertahankan dengan akal sehat. Karena itu, jangan mudah terpesona oleh pidato besar, jargon kedaulatan, atau janji persahabatan antarnegara. Dalam politik global, semua pihak sedang berdagang: akses ditukar dengan konsesi, pasar ditukar dengan pengaruh, keamanan ditukar dengan kepatuhan, dan sumber daya ditukar dengan posisi tawar. Kalau bokek , tidak perlu terlalu banyak mengeluh. Jangan sibuk menyalahkan dunia. Jangan cepat merasa dizalimi. Tanyakan lebih dulu kepada diri sendiri, apakah kita sudah cukup pintar menghitung? Apakah kita tahu apa yang kita punya? Apakah kita tahu harga dari aset strategis kita? Atau jangan-jangan kita kalah bukan karena orang lain terlalu licik, tetapi karena kita sendiri terlalu naif. Menjadi pecundang itu menyakitkan. Tetapi lebih buruk lagi jika setelah kalah kita tidak belajar apa-apa. Maka salahkan dulu kebodohan sendiri, lalu gunakan rasa malu itu sebagai bahan bakar untuk berpikir lebih waras.