OECD dan China.

Arsip Terupdate
OECD dan China. Walau baru tahun ini kita resmi jadi anggota OECD namun lewat world bank dan IMF, OECD menjadi penentu setiap program bantuan pembiayaan APBN. Sehingga setiap kebijakan kita tetap mengacu kepada program dari OECD. Apa itu OECD ? adalah organisasi internasional yang berupaya membangun kebijakan yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik. OECD punya pengalaman dan wawasan selama 60 tahun untuk mempersiapkan masa depan dunia dengan lebih baik. Tetapi bagi China itu bullshit. Anda mungkin tahu sistem standarisasi pendidikan. Itu konsep dari OECD. Anda mungkin tahu tentang privatisasi BUMN, itu konsep OECD. Anda tahu mengapa UU Migas tahun 2001 tidak pernah di revisi, padahal itu merantai tangan negara atas SDA Migas. Konsep UU Migas itu dari OECD. Anda sadari dan rasakan harga pangan naik termasuk beras, gula dan lainnya. Itu karena konsep OECD tetang ketahanan pangan yang dituangkan dalam UU No. 18 Tahun 2012, yang didasarkan kepada ketersediaan di pasar bukan kemandirian. Termasuk UU Minerba sebagai pemasok fuel energi dunia. Saya tidak mengatakan OECD jahat. Tapi faktanya. China menolak standarisasi Pendidikan ala OECD, Nyatanya kini China unggul dalam hal kualitas pendidikan. China menolak privatisasi BUMN, dan kini BUMN china masuk terbesar di dunia. China menolak konsep ketahanan pangan OECD, nyatanya China bisa mandiri dalam hal pangan. Pemerintah kita dari satu presiden ke presiden berikutnya sama saja. Terjebak dengan utang dan lemot dalam kreatifitas dan tidak punya nyali bersikap tegas demi kepentingan nasional. Karena kawatir mesin APBN loyo tanpa utang, pemerintah dijatuhkan oposisi. Begitu aja terus..Memang agak laen. Laen dengan China pastinya.