BBM Subsidi nasibnya?

Arsip Terupdate
Mengapa Pemerintah masih belum naikan harga BBM subsidi? Padahal dengan kenaikan harga minyak dunia diatas target APBN USD 70/barel itu benar benar fresh money terkuras. Jawabannya, pemerintah yakin perang ini tidak akan lama. Iran akan hancur, selat hormuz dibuka lagi dan kembali keadaan normal dimana AS akan lead. Makanya pemerintah tahan sementara harga BBM. Analisa pejabat kita tidak berasal dari sains dan geopolitik. Mereka sepertinya bersikap berbasis data dan informasi dari sosmed, YouTube dan TikTok. Padahal perang sudah berlanjut lebih satu bulan. Itu tidak dijadikan bahan Analisa secara jernih. Artinya, tidak mungkin harga minyak kembali normal seperti dulu lagi. Mengapa ? Sejak AS kuasai Venezuela, itu artnya 30% minyak dunia dikuasai AS. Gimana pun AS akan terus ciptakan issue agar harga minyak terus bertahan antara USD 80-100 per barel. Ini penting agar dominasi USD sebagai ruling currency tercapai. Apalagi resource AS di timur tengah tidak 100% bisa dikendalikan sejak negara Arab bergabung dalam BRICS. Ini bukan retorika, tetapi pola yang sudah berlangsung sekian decade. Andaikan perang beakhir dan iran tidak lagi diembargo seperti sebelumnya, engga mungkin Iran mau jual minyak murah. Mereka harus cepat leverage resource nya untuk mengejar ketertinggalan selama ini. Apalagi Iran sudah dapat offaker buyer dari China dalam jangkan Panjang. Sampai sekarang pemerintah itu hanya buying time. Berharap keadaan berubah seperti semula. Makanya saya yakin sebentar lagi pemerintah harus realistis, Karena cash flow Pertamina hanya bertahan 3 bulan. Lihat aja. Sebentar lagi harga BBM subsidi akan naik juga. Apalagi bulan juli akan datang badai elnino godzila. Perubahan iklim ditengah naiknya harga pupuk akibat harga gas naik, itu kombinasi yang bisa membuat kita kelaparan. Kita sebagai rakyat engga usah panik. Terima aja nasip. Jadikan prahara ini untuk lebih dekat kepada Tuhan. Yang penting MBG tetap jalan dan om Tedi tetap seskab. Prabowo dua periode. Dah gitu aja.