Suku bunga Acuan BI tetap

Arsip Terupdate
Suku bunga Acuan BI tetap. BI hari ini mengumumkan suku bunga acuan dipertahankan 6%. Suku bunga deposit facility tetap 5,25% dan bunga lending facily tidak berubah yaitu sebesar 6,75%. Mengapa BI lebih memilih mempertahankan suku bunga daripada memangkas suku bunga.? Padahal tahu bahwa keadaan dunia terutama industry sedang kontraksi pertumbuhannya. Daya beli juga drop. Bukankah dengan mempertahankan suku bunga artinya tidak pro pertumbuhan. Nah untuk menjawab pertanyaan ini, anda bisa lihat data fundamental moneter kita. Untuk anda ketahui. Bahwa stabilitas kurs kita itu ditentukan oleh Posisi Investasi Internasional (PII). Mari kita lihat data yang direleease BI pada 4 desember 2024. Ini laporan kwartal ke 3. Posisi AFLN pada akhir triwulan III 2024 tercatat sebesar 518,2 miliar dolar AS. AFLN itu diantara nya adalah cadev, rekening perusahaan Indonesia di luar negeri dan investasi milik BI dan BUMN di luar negeri. Sementara kewajiban Financial Luar negeri ( KFLN) sebesar 792,2 miliar dolar AS, yang terdiri dari pinjaman luar negeri, investasi asing pada SBN, SRBI, investasi asing pada saham dan surat utang, SDR IMF dan lain lain. Nah artinya KFLN jauh lebih besar dari AFLN. Selisih sebesar 274,0 miliar dolar AS. Perhatikan. Selisih kewajiban FLN sebesar USD 274 miliar, menurut data 15% investasi jangka pendek atau USD 41 miliar. Itu adalah hot money. Yang kapan saja bisa keluar. Apa yang memotivasi capital outflow? Ya suku bunga. Kalau BI turunkan suku bunga ya rupiah terjungkal. Mengapa ? kita engga ada valas untuk bayar. Mau tidak mau BI cari valas di pasar. Nah kalau BI rush USD ya Rupiah terjun bebas. Yang hengkang duluan orang kaya Indonesia dan asing ngikut dah rame rame pindahin asetnya ke USD. Ekonomi Chaos. Politik juga chaos. Apa artinya ?. Kalau pemerintah lebih memilih pertahankan suku bunga, karena Pemerintah /BI lebih focus jaga rupiah dari kejatuhan ekstrem. Walau karena itu harus dikorbankan dunia usaha dan daya beli. Kalau boleh berkata vulgar, sebenarnya kondisi sekarang baik pemerintah maupun BI engga mikir growth. Kalau ada kebijakan stimulus akibat kenaikan PPN, itu hanya buying time aja. Menjaga emosi rakyat kelas bawah agar dapat bantalan sementara. Orang kaya dengan tabungan yang mereka punya diperkirakan akan bisa bertahan sampai 5 tahun lagi. Setelah itu entah..