LC usance

Arsip Terupdate
Tahun 2004, saat akan menuruni tangga stasiun Louhu-Shenzhen, saya melihat Xiawei duduk di pinggir stasiun. Dia berlari mendekati saya “ Tidak boleh dekat gate, Saya tunggu di sini saja. “ Katanya. Tetapi dia tidak menawarkan apapun. Saya tersenyum untuk membuat dia merasa nyaman. “ Ada orang hitam perlu Hape. Dia sudah setuju dengan contoh saya beri. Tetapi dia minta dalam jumlah besar” Katanya. Saya tertegun. “ Saya bingung dapatkan modal untuk pembeli itu.” Lanjutnya. “ Mengapa tidak ditemukan saja langsung dengan penjual” “ Saya sudah pertemukan. Tetapi penjual tidak percaya. Maunya bayar tunai. Orang hitam itu tidak bisa bayar tunai.” Kata Wanita itu dengan wajah bingung. “ Ah maaf, silahkan lanjut. Saya menganggu waktu anda” Katanya dengan terbata bata. “ Engga apa apa. Bisa lihat contoh hape yang diminati itu” Tanya saya. Xiawei mengeluarkan hape dari tasnya. Saya tahu itu blackberry yang hanya casing saja. Isinya sama dengan hape umumnya. “ Berapa harga diterima oleh pembeli ? “ 200 yuan ( Rp. 200 ribu ) “ “ Berapa harga dari penjual ? “ 50 Yuan ( Rp, 50 ribu). Saya berpikir sejenak. “ Kamu tahu dimana penjual ini dapat hape ini? Kata saya. Saya ingin tahu sejauh mana network wanita ini. Kalau dia tidak tahu ngapain saya buang waktu. “ Saya antar anda ketempatnya” kata wanita itu. Saya ajak Xiawei naik taksi menuju lokasi yang ditentukannya. Sampai di lokasi. Ini semacam Desa di Indonesia. Saya lihat itu hanya ruko. Di dalam ruko yang tertutup itu orang kerja merakit Hape. Kami bicara dengan pemilik ruko itu. Dari Xiawei saya tahu bahwa mereka dapat supply dari pasar gelap dalam bentuk terpisah. Mereka beli bukan unit terurai, tetapi hitungannya gramatur. Jadi antar mereka bukan transaksi part elektronik, tetapi bahan metal dari hape itu. “ Kami jual per unit untuk contoh hape ini, 40 yuan” Kata penjual pemilik perakitan. Saya mengangguk. Aha! ini peluang dapat keutungan dari bisnis underground di China. Bagi pemula seperti saya di belantara bisnis di China, ini cara mudah menggalang dana dengan modal pas pasan. “ Mari kita temui pembeli kamu itu.” Kata saya kepada Xiawei. Dia ajak saya ke hotel kecil di kawasan Dongmen. Memang pria Afrika, Baru saya tahu bahwa dia mau bayar pakai LC. Saya sanggupi supply. Permintaanya 20.000 unit hape atau 4 juta yuan atau Rp. 4 miliar. “ Kita kerjasama mau? Kata saya kepada Xiawei sebelum teken kontrak dengan pembeli. Dia senang. “ Berapa komisi saya” katanya. “ Walau biayanya lebih rendah karena kita langsung beli dari sumber pertama. Namun saya tetap dibeli dengan harga 50 yuan per unit. Artinya kamu dapat 10 yuan per unit. Untuk kontrak ini kamu dapat 200,000 yuan” “ Hah..” dia terkejut mendengar jumlah fee yang akan dia terima. “ Sir, anda tidak sedang menggoda saya. “ Katanya membungkuk. �“ Mau engga ? “ Ya mau mau..” katanya cepat. “ Nah kita bagi kerja. Saya akan bayar uang muka kepada penjual dan kontrak dengan pembeli. Tugas kamu awasi proses pengadaan itu sampai kepengapalan. Sebelum masuk doz kamu periksa. Pastikan nyala. Gunakan alat test quality ” Kata saya menyebut nama test elektoromagnetik. “ Beli alat itu. Pastikan semua baik. Paham” “ Paham.” Katanya tegas. “ Soal ekspedisi itu urusan saya. Ingat, kalau gagal sekali ini, saya hilang uang dan kamu hilang kesempatan. Bagi saya kamu sudah seperti sampah. Jangan lagi bicara bisnis dengan saya. Paham.” Kata saya. Dia mengangguk dan nampak serius menatap saya “ Saya akan kerja keras.” *** Sesuai rencana, dalam sebulan saya sudah bisa delivery. LC itu usance, yang bukan at sight. Artinya kalau pembeli setuju, saya dapat bayaran. Kalau dia tolak karena barang rusak atau tidak bisa dipakai, maka saya tidak akan dapat bayaran. Dengan harap cemas saya menanti tagihan LC itu cair. Ternyata dua minggu dapat kabar dari bank bahwa LC sudah dibayar. Saya sujud sukur kepada Tuhan. Terbayang oleh saya. Sejak awal awal berbisnis dengan saya, xiawei tidak pernah mau terima uang makan dari saya. “ Saya ada uang tabungan B, tidak perlu kawatirkan saya. Saya akan baik baik saja” katanya ketika saya temui di tempat pusat perakitan hape. Pernah saya lihat dia makan siang dari bekal yang dia bawa dari apartementnya. Sangat sederhana. Selagi makan dia terus awasi orang kerja. Sangat serius. “ Dia baru pulang setelah semua produksi masuk kemasan dan di seal. “ Kata boss perakitan itu. Itu artinya dia pulang selalu dini hari. Segera saya telp Xiawei untuk datang ke kantor saya. Saya bayar tunai komisi dia. Dengan berlinang airmata dia terima uang itu’ Apakah saya sedang bermimpi” Katanya setelah menghitung uang yang dia terima.” Uang sebanyak ini bisa beli apartement saya. Tetapi saya tidak akan beli aparteman, Uang ini saya akan gunakan untuk modal. Nah selanjutnya anda tidak perlu keluar modal. Saya akan delivery setiap permintaan anda. Kita jadi mitra, Setuju? “ Katanya. Saya salami dia. Xiawei memang berhasil membangun pabrik casing hape. Dia dapat pasokan bahan baku plastik dengan dukungan modal kerja dan investasi dari program UKM pemerintah. Karena dia berhasil dapat dukungan dari komunitas desa elektronik. Sehingga dia bisa beli mesin moulding dan melalui business process. Itu karena saya sebagai penjamin pasarnya. Kini, pabrik Xiawei semakin besar. Dia bukan hanya produksi beragam casing, tetapi juga produksi metal daur ulang dari sampah komputer dan hape. Sampai kini kami tetap bersahabat. Dia tetap bersahaja. Tanpa Begitulah kekuatan modal sosial. Seorang wanita usia 20an sarjana, yang punya akses pasar namun tidak punya modal uang, tetap bisa menjadi something else berkat dukungan lingkungannya dan negara menjaga ritme itu.