“ Pah, gimana papa bisa kembangkan bisnis di indo dan luar negeri itu?
“ Tadinya papa sendiri yang kembangkan. Ya berdasarkan pengalaman bisnis dan pengetahuan yang ada. Setelah bisnis sudah running well, ya papa bangun Business Development Group atau BDG. Tugasnya sebagai otak dari bisnis. Semua data dan informasi tentang peluang bisnis, diolah dan dianalisa oleh BDG. Kemudian mereka laporkan kepapa sebagai bahan pengambilan keputusan.” Kata saya.
“ Nah kalau ada masalah dalam pelaksanaan. Gimana?
“ Ya balik lagi ke BDG. Mereka akan pelajari akar masalahnya. Dari sana papa bisa tahu apa yang harus papa lakukan.”
“ Tapi kan jadinya birokrasi” Kata anak saya mengerutkan kening. “ Proses nya jadi lambat dan bertele tele.”
“ Management ya pendelegasian wewenang. Itu birokrasi dalam arti lain. Kadang tanpa BDG juga banyak pimpinan selalu terlambat membuat keputusan. Karena kebanyakan rapat. Nah cepat atau lembat proses itu bukan karena birokrasi tetapi karena kompetensi personal. Kalau semua staf BDG punya kompetensi tinggi, ya prosesnya sangat cepat sekali.. “ kata saya dan tersenyum.
“ Terus gimana dengan pengawasan?
“ Sebenarnya BDG itu dalam organisasi bisnis disebut supporting group. Mereka tidak operasional. Nah biasanya BDG juga ditandem dengan Team management improvement dan team controllership. Jadi kalau ada masalah cepat sekali diketahui solusinya. Proses pengambilan keputusan jadi cepat.” Kata saya.
“ Sekarang kan papa banyak diluar kantor, Gimana papa mengawasi semuanya.” Tanya putra saya. Saya perlihatkan ke dia screen computer saya. “ Ini ada barusan anak perusahaan di Saupolo Brazil yang ajukan anggaran tambahan. “ Kata saya perlihat database kantor. Kemudian saya klik BDG. “ Nah tuh lihat proses di BDG. Ada keterangan in progress.Itu sedang di anlisa.” kata saya” Dan tuh liat data Team management improvement dan team controllership juga memuat data dan rekomendasi atas penambahan anggaran itu” Kata saya saat klik file.”
“ Jadi semua databased online lewat IT” Kata putra.
“ Ya, dan termasuk IT system untuk Good governance risk management and compliance. Artinya tidak mungkin ada staf atau direksi bisa lakukan konspirasi dengan pihak internal maupun eksternal untuk rampok sumber daya perusahaan. Lewat proses menagemnt sudah ketahuan sebelum berbuat” kata saya. Putra saya sejak awal tahun sudah serius mau belajar dari saya..Sebelumnya dia ogah. Tapi karena itu dia bangkrut. Ya proses belajar biasa saja.