suku bunga dan pajak

Arsip Terupdate
Suku bunga dan pajak (PPN). Dunia usaha itu dipengaruhi oleh suku Bunga. Karena tidak ada bisnis berkembang tanpa utang bank. Saat sekarang dengan bunga acuan BI 6%, maka bunga pinjaman komersial jadi berkisar 10-12%. Artinya rata rata bunga sebulan 1%. Perhatikan. Tidak semua produksi pabrik itu langsung dijual. Selalu ada stok ( inventory) untuk menjaga kontinuitas. Bunga tinggi, ya kurangi stok. Kan stok itu uang mati namun ada ongkos bunga disana. Otomatis produksi dikurangi. Apalagi pabrik juga akan membatasi penjualan kredit kepada distributor dan agent. Karena? Lagi lagi karena bunga tinggi. Kalau tidak dapat dukungan kredit dari pabrik, maka distributor ya kurangi pasokan kepada outlet. Atau dia minta kepada outlet bayar dimuka untuk 3 bulan. Kalau outlet setuju. Itu akan menambah harga pokok penjualan. Harga tinggi ? consumen terpaksa mengurani konsumsi. Daya beli menurun. Kalau daya beli menurun, distributor mengurangi permintaan ke pabrik, dan pabrik kurangi produksi. Maka terjadilah kontraksi Index PMI. Ya PHK dah. 90% produk pabrik otomatif ( kendaraan dan motor) penjualannya di dukung lewat skema kredit kepemilikan kendaraan. Kalau bunga tinggi, orang menunda beli kendaraan. Otomatis produksi kendaraan dikurangi dan stok didiskon. Laba menurun. Begitu juga penjualan rumah. 75% developer jual rumah lewat skema KPR. Kalau bunga tinggi, orang menunda beli rumah. Pabrik otomatif dan developer jelas kontraksi bisnisnya. Nah hampir semua produk yang anda temui di outlet retail itu diproduksi lewat skema hutang. Proses produksi dengan Bunga tinggi itu sudah tidak efisien. Sementara ketika dijual sulit dapatkan margin bagus. Karena pemerintah kenakan PPN 12%. Sementara daya beli sedang melemah. Maklum sebagian besar orang belanja kredit (CC). Bunga tinggi, ya kurangi belanja. Dikurangi harga, jelas rugi. Harga tetap tapi ditambah PPN, engga ada yang beli atau penjualan rendah. Rugi juga. Dilema kan. Kalau anda punya pabrik, pertumbuhan usaha dibawah inflasi, mending tutup aja. Karena hanya masalah waktu pasti bangkrut. Apa pasal? Kemakan depreciasi asset. Apalagi kurs terus melemah. Kalau mesin impor overhaul, ya wassalam. Udah engga sanggup beli sparepart. Pemerintah engga paham bisnis process seperti ini. Makanya mereka engga merasa bersalah dengan Bunga tinggi dan PPN naik. Maklum mereka tidak pernah berbisnis real kecuali rente aja.