Holding pangan

Arsip Terupdate
Holding ID FOOD bergerak dalam bidang Pertanian dan Agroindustri, Peternakan dan Perikanan, serta Perdagangan dan Logistik. Holding BUMN Pangan dibentuk dan ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 118 Tahun 2021, ID FOOD beranggotakan 5 perusahaan eks BUMN, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam, serta 11 Anak Perusahaan. Holding berbeda dengan merger. Holding tidak mengubah identitas perusahaan aslinya. Hal ini seperti yang terjadi pada holding pangan, masing-masing tetap memiliki identitasnya. Sedangkan merger menghilangkan identitas perusahaan asalnya (legacy). Tujuan pembentukan holding secara akademis pada dasarnya mempunyai dua tujuan, yakni pertama, meningkatkan efisiensi. Kedua, memperbesar tenaga perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha. Yang jadi masalah pada pembentukan Holding BUMN di Indonesia tujuan itu tidak tercapai. Mengapa? karena terbentuknya Holding tanpa ada business model dan financial model yang solid. Sehingga usai terbentuk Holding tetap saja yang dilirik adalah Bank BUMN dan APBN sebagai solusi. Padahal intinya dengan terbentuknya Holding memungkinkan terjadinya kemitraan strategis dengan mereka yang punya tekhnologi dan sumber daya keuangan. Misal, ID Food, business model nya adalah membangun ekosistem bisnis pangan dari sejak produksi, perdagangan dan logistik. Nah, setelah ditentukan business modelnya, maka selanjutnya tentukan financial model. Caranya ? dapatkan mitra strategis berkelas dunia seperti COFCO di China atau lainnya, yang punya tekhnologi untuk menekan ongkos produksi dan transaksi serta meningkatkan mutu. Juga punya akses ke sumber daya keuangan untuk mendukung financial model. Itu sangat mungkin. Karena BUMN kan menguasai sumber daya negara dan punya kedudukan istimewa dalam program ketahanan pangan. Dan kita termasuk pasar terbesar soal pangan. Tapi saya tidak melihat rencana strategis atas terbentuknya Holding Pangan ini. Yang saya lihat tak lain adalah upaya pemerintah untuk melakukan restrukturisasi utang dan menarik dana APBN lewat PMN. Tahun ini proses restrukturisasi akan dilaksanakan. Lagi lagi APBN jebol. Entahlah. Apa mungkin saya yang bego karena hanya pedagang sempak.