Kepanikan likuiditas

Arsip Terupdate
Jam 3 pagi saya buka terminal computer. Saya lihat Ale Capital menyala lebih cepat dari biasanya, karena sistem risk engine sudah berteriak. Di layar utama tertulis tebal: XDY +1,8%. Emerging Market Basket -2,4%. Gold +0,9%, Critical Minerals Index +1,6%. Saya berdiri di depan layar besar di ruang trading kamar kerja di rumah. Di belakang, grafik mata uang negara emerging market jatuh seperti daun kering tertiup angin. Rupiah, real Brasil, rand Afrika Selatan, peso Meksiko, rupee India—semuanya melemah serempak. Fiture VC London, Swiss, Jakarta muncul. Saya langsung accepted “Ini bukan koreksi biasa,” kata Simon , kepala strategi Ale Capital. “Global fund sedang rebalancing. Mereka keluar dari emerging market bond, masuk ke XDY dan US short duration.” Saya tidak langsung menjawab. Saya membaca aliran order. Ada penjualan besar di ETF emerging market debt. Ada redemption dari local currency bond fund. Ada tekanan di equity fund Asia. Semua bergerak dalam pola yang sama: risiko dikurangi, dolar diperkuat, emerging market dilepas. “Berapa exposure kita ke XDY?” tanya George CEO Yuan Asset Management di London “Masih kecil,” jawab Simon di Swiss. “ Terlalu kecil untuk kondisi seperti ini.” “Tambahkan posisi ke XDY. Kita jangan melawan arus. Kalau dunia kembali ke dolar, kita ikut dolar.” Kata George Suasana hening sebentar. “ Hentikan komunikasi. Beri saya waktu selama weekend ini. Jangan ada yang ambil keputusan” kata saya. Segera matikan VC. Saya segera telp lastri team Shadow“ Lastri, saya butuh data arus perdagangan mineral kritis dunia. Dari Amerika Latin. Nikel dari Indonesia. Lithium dari Amerika Selatan dan Australia. Rare earth dari China. Uranium dari Kazakhstan. Emas dari berbagai pusat cadangan bank sentral. “ kata saya. “ Siap pak” “ Cek sovereign fund Timur Tengah yang mulai memindahkan sebagian allocation dari US money market fund ke physical gold custody dan commodity-linked private vehicles. Cek bank sentral Asia yang sedang menyusun perjanjian settlement komoditas dalam mata uang lokal untuk mengurangi kebutuhan dolar dalam kontrak energi dan mineral. Cek juga jaringan buyer dari China, Korea, dan Jepang yang sudah mengunci kontrak jangka panjang nikel, tembaga, dan rare earth karena mereka khawatir bukan pada harga, tetapi pada akses. “ “Siap pak” “ Kamu sedang dimana? “ Di Bangkok sedang business trip.” “ Berapa lama bisa dapat data itu.” “Saya punya link special ke access itu. Dalam sejam saya bisa siapkan data itu.” “ Okay, jangan kirim via digital. Kamu temui saya di Jakarta.” “ Jam 12 saya sudah di Jakarta dengan Private jet Ale capital” “ Ok jam 12 sampai jam 3 saya ada acara temanin cucu saya lomba balet di Mall.” ‘ Siap pak, Jam 1 saya sudah menghadap bapak.” *** Jam 1 siang, Lastri udah di hadapan saya. Dia serahkan Ipad ke saya. Saya baca cepat. Segera saya telp Geroge dan Simon via safenet. “Jangan tambah XDY,” kata saya pelan. “Apa?” George terkejut. “Jangan tambah posisi ke XDY.” Kata saya tegaskan “B, seluruh pasar sedang masuk XDY. Yield spreada melebar. EM sedang dibuang. Kalau kita tidak ikut sekarang, kita tertinggal.” Kata simon. “Justru karena semua orang sedang masuk XDY, kita harus mulai keluar dari USD.” Kata saya. “Kamu sadar apa yang kamu katakan? XDY sedang menguat. Semua model risk parity memotong emerging market. Semua CTA ikut momentum. Semua sovereign fund meningkatkan cash dolar. Kamu malah mau lepas USD?” kata George. “Ya,” jawab saya “Lepas USD secara bertahap. Alihkan ke emas, tembaga, nikel, lithium, rare earth, dan perusahaan tambang yang punya cadangan fisik, bukan hanya kontrak kertas.” George dan Simon terdiam diseberang “XDY menguat karena pasar membaca risiko jangka pendek,” kata saya. “Tapi penguatan ini bukan tanda kekuatan struktural dolar. Ini tanda kepanikan likuiditas. “ Saya baca Ipad lastri terutama grafik “ Hedge fund melepas emerging market bukan karena mereka tidak percaya lagi pada semua EM. Mereka butuh cash. Margin naik. Volatilitas naik. Value-at-risk model memaksa mereka mengurangi posisi. Jadi mereka jual aset yang paling likuid: bond, ETF, saham, mata uang. Itu sebabnya XDY menguat.” Saya lihat Layar berganti ke grafik lain. “Tetapi di balik itu, central bank Asia dan Timur Tengah sedang mengurangi durasi US Treasury. Mereka tidak menjual semua dolar, tetapi mereka menurunkan ketergantungan pada aset finansial dolar.” “ Paham kalian? Kata saya. “ Siap B kami laksanakan.” Kata mereka serentak. Saya matikan telp safeNet. Saya melirik Lastri. “Udah makan kamu? Tanya saya. “ Udah tadi di pesawat. “ Jawab Lastri. “ Apa boleh saya undur diri pak. Karena saya masih ada meeting jam 7 malam di Bangkok, besok pagi saya ke London.”Sambungnya. Saya kibaskan tangan. Dia membungkuk. Saya kembali ke acara cucu saya.