cash basic

Arsip Terupdate
Cash basic ( literasi keuangan) Sistem akuntasi negara kita menganut cash basic. Artinya kalau dianalogikan ya mirip pembukuan toko. Dalam buku tebalnya hanya berisi catatan pendapatan tunai dan pengeluaran tunai. Kalau kurang disebut defisit, kalau lebih disebut surplus. Itu tercermin dari APBN. Makanya karena sistem cashn basic itu, akuntasi negara mengenal kekayaan negara yang dipisahkan atau disebut off balance sheet. Contoh, BI dan BUMN itu adalah kekayaan negara, namun tetap aja posisinya off balance sheet. Artinya utang yang dilakukan BI dan BUMN tidak dicatat sebagai utang pemerintah. Bahkan kewajiban pembayaran pension PNS tidak dicatat sebagai piutang/utang. Total utang BUMN, BI dan Pensiun mencapai Rp 21.000 triliun atau lebih 100% dari PDB. Namun akuntasi cash basic pemerintah hanya mencatat utang pemerintah sekitar Rp. 8000 triliun atau sekitar 40% dari PDB. Sampai disini paham ya. Nah peningkatan utang pemerintah bisa saja terjadi kalau terpaksa bailout utang pensiun, BI dan BUMN. Artinya selagi tidak default utang BUMN, BI dan Pensiun, ya tidak tercatat sebagai kewajiban utang APBN. Apa jadinya kalau BPI Danatara bangkrut.Kan APBN harus bailout dan tercatat sebagai utang APBN. Bagamana desipln anggaran? Ya patokannya pada cash basic. Pemerintah hanya tari utang baru apabila defisit terjadi. Misal defisit Rp. 32 triliun. Ya Tarik utang Rp 32 triliun. Engga bisa tarik utang lebih besar dari defisit. Dengan desiplin ini, rakyat bisa tahu mengapa defisit dan bagaimana solusinya. Artinya solusinya tidak akan lebih besar dari defisit.