‘ Ale, kanapa IHSG jatuh dalem banget. Sampai di suspended oleh otoritas. Apa karena issue SMI mau mundur ? Tanya Ira via IM.
“ SMI diganti atau mundur. Engga ngaruh ke pasar. Pasar engga ngaruh dengan rumor politik. “ Jawab saya.
“ Jadi apa penyebabnya ?
“ Kan hari ini lelang SBN. Itu yield sudah diatas 7. Ya mending lepas saham, main di SBN lah. Kan lumayan cuannya. Dan ini akan digoreng terus oleh pemain agar yield SBN meroket dan ujungnya jadi junk bond. “ Jawab saya.
“ Kenapa yield terkerek tinggi begitu ?
“ Resiko SBN makin tinggi. Penyebabnya? Distrust atas kebijakan pemerintah, seperti RUU TNI, BPI Danantara dan inkonsistensi anggaran, MSB. Dimana mana kan begitu. Contoh Pinjol kan bunganya tinggi. Karena dasarnya mereka engga percaya sama debitur. Debitur ngutang pinjol karena bokek“
“ lembaga rating masih tempatkan Indonesia 3B." Kata ira.
“ Ah Lembaga rating.. Sehari sebelum Lehman jatuh, ratingnya AAA. Lembaga rating itu sama dengan survey Litbang Kompas. Engga usah jadikan patokan.“ Kata saya.
“ Duh…”
“ Data kemarin. Impor turun. Artinya sector produksi tidak ekspansi. Karena market lesu. Padahal bulan Ramadhan dan menjelang lebaran biasanya market domestic naik. Lah ini kok lesu? Artinya secara structural ekonomi kita sudah runtuh. Makanya orang kaya dan investor berusaha melepas asset di bursa.” Kata saya.
“ Jadi jatuhnya bursa hari ini engga ada kaitannya dengan luar negeri? Kata Ira.
“ Dari dulu juga engga ada kaitannya. Kita aja yang baper engga jelas. Problem utamanya karena fundamental ekonomi kita lemah dan para Menteri nya low class.. “
" Solusinya gimana ? tanya ira.
" Pertama, BI harus pangkas suku bunga. Itu akan menahan kejatuhan bursa. Kedua. Reshuffle kabinet agar Yield SBN turun. " Kata saya.