Saya duduk santai di lounge Spa tunggu Awi datang. Sandra, Duty Manager mendekati saya. “ Pak Ale, nanti malam ada kontes modeling dan pragawati di lantai atas. Datang ya” kata Sandra. Saya senyum aja.
“ Kenapa pak Ale engga pernah ke lantai atas ? kan itu fasilitas members” Tanyanya. Saya senyum aja. Ogah jawab.
“ Padahal itu semua koleksi cewek premium loh pak. Hampir semua members suka acara itu. Ratingnya tinggi. Karena mereka puas dengan layanan gadis modeling kami” Kata Sandra lagi. Berusaha provokasi saya. “ Mengapa bapak engga minat ?
“ Saya itu kenal dunia hiburan sejak usia 22 tahun. Dan sekarang usia saya 61. Hampir semua tempat hiburan di pusat hiburan dunia seperti Las Vegas, Moscow, Monaco, Macao, Shanghai dan lain lain saya sudah kunjungi.” kata saya.” Kamu tahu apa kesimpulannya? tanya saya. Dia menggeleng.
“ Semua itu adalah bisnis ilusi, cara mudah merampok dompet orang. Saya benar suka bunga. Tetapi bukan bunga plastik. Saya lebih suka bunga alami. Walau mudah layu, tetapi ia substansial dan saya tidak perlu hidup dalam ilusi.” kata saya.
“ Bagaimana bapak bersikap seperti itu. Kan hidup hanya sekali, Kan rugi tidak dimanfaaatkan. Apalagi uang tersedia memanjakan diri.” Katanya.
“ Benar. Hidup memang sekali. Memang singkat. Tetapi yang sekali dan singkat itu harus bermakna. Sekali kita masuk dalam dunia ilusi, kita akan mudah terjebak dengan cinta ilusi dan tentu kebahagian juga ilusi. Mudah datang dan mudah pergi. Kan bego kalau hidup yang singkat itu tidak bermakna.” kata saya tersenyum.
“ Bapak kenapa baik dengan saya. Dari sekian tamu hanya bapak yang beri saya tip. Bapak suka saya? Kata Sandra tersenyum.
“ Ah kamu. Baper ! Itu tip hanya sapekceng. Saya beri tip karena kamu selalu nempel saya kalau habis sauna. Ya saya tahu karena kamu ngarep tip bukan suka saya. Itu struggle namanya. Saya hormati. Dan lagi emang ada wanita cantik suka pria tua dengan tulus? Kalau ada, itu pasti ilusi. Saya tahu diri.” kata saya. Dan Awi sudah datang. Saya langsung pergi ganti pakaian.