Batubara dan china
Kemarin saya ngobrol dengan teman, kepala daerah. Saya didampingi Lina. “ Ale, gimana prospek batubara ke depan? Tanya teman. Saya melirik Lina.
“ Untuk batubara thermal suram. Karena buyer terbesar China yang tahun ini mereka sudah 60% replace fuel pembangkit listri dari batubara ke energi terbarukan. Mereka komit kepada zero emisi karbon. Tapi untuk batubara metalurgi masih bagus prospeknya. Harga bisa diatas USD 200/ton. “ kata Lina.
“ Emang apa bedanya batubara Thermal dan metalurgi?
“ Batubara thermal tidak perlu diproses, Keduk dari tambang, kapalkan. Tetapi batubaran metalurgi perlu proses tekhnologi agar kadar karbon tinggi namun kadar sulfur, abu, fosfor rendah. Itu digunakan dalam industry baja. Permintaan dunia tinggi.” Kata Lina.
“ Nah apakah peruahaan tambang batubara Indonesia, banyak menghasilkan batubara metalurgi? Tanya teman.
“ Penambang batubara di Indonesia sebagian besar hanya batubara thermal doang. Yang menghasilkan batubara metalurgi sedikit sekali.”
“ Kenapa sedikit sekali?
“ Mungkin repot. Mereka ogah begitu. “
“ Tetapi permintaan tinggi batubara termal.”
“ Ya, karena sebagian besar yang beli produsen batubara metalurgi di China dan India.. Disparitas harga setelah diolah jadi kokas bisa sampai USD 150/ton Kan lumayan cuannya. “ Kata lina. Saya senyum aja.
Teman saya menatap lama lina. “ siapa ini Ale? Dengar wawasan dia, pasti dia pengusaha juga ? kata teman.
Lina melirik ke saya. Saya mengangguk. Lina menyerahkan kartu nama kepada teman itu. Teman mengangguk. “Tepat dugaan saya. Pantas aja dia kerja di TNC. Beda wawasannya dengan pengusaha local” Kata teman.
“ Maaf bu. “ Kata teman ke lina. “ tadi saya pikir ibu ini pacar Ale. Apa hubungannya dengan Ale ?
“ Teman doang.” Kata saya.
“ Kasih kerjaan lah untuk Ale. Walau tua, kan bisa jadi komut” Kata teman memprovokasi lina. Saya senang aja. Artinya teman itu peduli kepada saya.