Pentingkah Indonesia bagi China.?
Kalau dilihat dari neraca perdagangan antara Indonesia dengan China, sebenarnya kita lebih besar ketergantungan dengan China.. Sejak tahun 2014 neraca dagang kita rata rata defisit dengan China. Hanyaa tahun 2023 kita sedikit surplus karena kenaikan harga komodititas batubara dan nikel.
MIsal tahun 2024 sampai oktober Indonesia ekspor batubara, nikel dan alumina dan lainnya sebesar USD 48 miliar atau 24% dari total ekspor non migas. Nah bagaimana dengan Ekspor China atau barang impor China masuk ke Indonesia ? pada tahun 2024 saja mencapai USD 58 miliar ( sampai oktober ) atau 36% dari total barang impor non migas kita.
Bayangkan hampir ΒΌ total ekspor non migas kita ke China. Lebih 1/3 dari total impor berasal dari China. Kalau boleh dianalogikan kita sudah seperti salah satu provinsi di China. Hidup mati kita tergantung China.
Apa saja yang kita impor dari China? Sebagian besar barang mesin dan alat elektronik yang masuk klasifikasi HS dua digit, seperti Hape, EV, TV, AC, termasuk part . Tentu ada juga barang lain seperti alat dapur dan piring serta pakaian namun kecil porsinya.
Lucunya sebagian besar bahan baku berupa produk setengah jadi dari nikel, aluminium, timah berasal dari Indonesia. China bisa ekspor bukan hanya ke Indonesia tetapi kebanyak negara dan itu, menghidupi banyak pabrik di China yang menampung jutaan Angkatan kerja. Sementara kita hanya kebagian buruh berupah murah dan kerusakan lingkungan.
Surplus perdagangan China tahun 2024 oktober mencapai USD 785 miliar. Ekspor china dalam 10 bulan pertama 2024 mencapai USD2,926 triliun. Adapun impornya mencapai USD2,141 triliun. Jadi, persentase ekspor China ke Indonesia hanya 2% dari total ekspor dan impor hanya 2% dari total impor .
Apa artinya ? Dalam hal perdagangan, kita tidak begitu penting bagi China. Andaikan kita ban China, Yang pasti rugi kita terutama konglomerat, termasuk abang nya om Eric dan , koh Apheng dan Opung LBP. China sih engga ada masalah. Nah atas dasar data ini makanya posisi tawar kita sangat lemah di hadapan China. Apalagi China kreditur terbesar ketiga di Indonesia. Dimana mana boss tempat tabek tuan. Masih percaya elite kita punya kompetensi ?