Visi bisnis..

Arsip Terupdate
Visi bisnis.. China Construction Bank Corporation (CCBC) didirikan pada tahun 1954. Tahun 2022 memiliki aset US$ 4,76 triliun ( Rp. 70.000 triliun ) atau 4 kali dari PDB Indonesia. Sebelum kejatuhan Lehman tahun 2008, CCBC akuisisi Bank Of America (Asia). Padahal sebelumnya BoA pernah punya saham 10% dari CCBC. Tapi berlalunya waktu, 10% saham itu diambil lagi oleh China dan justru anak usaha BoA dipreteli oleh CCBC. “ Para eksekutif BoA kaget. Karena gedung tempat kantor pusat BoA yang ada di Hong Kong bukanya dijadikan kantor pusat bank tapi menjadi gedung pusat riset dan pengambangan China Contruction Bank. “ Kata teman saya. Ternyata strategi dari CCBC mengakuisisi Bank Of Amerika (ASIA) dengan harga 1,32 kali dari value marcap adalah untuk dapatkan SDM yang terlibat dalam sistem R&D banking dari BoA. Sama seperti dulu walau CCBC mau saja menyerahkan saham 10% kepada BoA. Itu cara China dapatkan knowledge bagaimana mengelola Bank secara modern. Kini CCBC merupakan bank terbesar nomor 2 dunia. Mengalahkan BNP, HSBC, Chase Jp Morgan dan lain lain. Mengapa CCBC bisa tumbuh begitu besar ? karena bank dikelola dengan mindset industri. Jadi bank itu sudah menjadi Industri jasa. Nah perhatikan, kalau China Contruction Bank tidak punya visi pentingnya riset dalam pengembangan jasa perbankan, mana berani mereka akuisisi BoA dengan harga begitu tinggi. Tanpa mindset industri, engga mungkin China Construction bank punya visi dan berani beli intangible asset tersebut. Apa artinya? Visi itu karena mindset dan riset itu karena adanya visi. Maka terjadilah transformasi dari bisnis tradisional ke modern. Walau anda paham sekali tentang industri dan mengerti hebatnya industri mengcreate peluang dan nilai tambah. Tetapi tanpa mindset industri, anda tidak akan punya keberanian melewati proses industrialisasi. Karena resiko besar dan proses nya rumit, memerlukan open minded serta kemauan bersinergi secara luas. Maklum tekhnologi itu berkaitan dengan SDM, yang punya value berpikir terbuka dan visioner. “ Tahun 2013 kamu akuisisi pusat riset API di AS. Saat itu saya mikir apa kamu gila” Kata Wenny. Saya senyum aja. “ Apalagi kamu berani korbankan 60% portfolio aset sebagai collateral untuk akuisisi itu. Tetapi hanya perlu dua tahun, saya jadi tahu visi kamu. Kita dapatkan nilai tambah 10 kali atas aset kita., Karena itu kamu bisa leverage untuk pengembangan bisnis yang lain. Juga saat kamu bangun pusat riset peternakan di China. Itu gila banget. Engga punya ternak dan lahan tapi berani bangun pusat riset. Tapi karena itu kita punya bisnis pertenakan di China, AS dan Australia dan menjadi supply chain beragam industri dari itu.” Lanjut Wenny. “ Itu hanya karena kamu punya visi industri. Mengapa? Tanya Wenny. “ Ya karena 4 kali saya bangkrut di usia emas saya. Itu karena visi pedagang tradisional. Usia saya bertambah tapi tidak terjadi transformasi terhadap mindset bisnis. Ya wajar saya jadi pecudang dihadapan modal, SDM dan tentu sumnber daya. Tapi dengan kegagalan itu terjadi transformasi dan saya berubah. Bukan bertambah kaya secara personal tapi kaya secara spiritual, Bahwa bisnis itu bukan kesenangan dunia tapi kesenangan spiritual, yang tentu didalamnya ada intelektual.Itu aja..