Sehabis meeting dengan Michael Chang, saya tatap James cukup lama. Dia sempat bingung. Dan saya tersenyum seraya berdiri menghadap kaca lebar. Menatap dari kejauhan penoraman harbour Hong Kong. Tak berapa lama datang Kang dan Lee. Mereka berdua membungkuk depan saya. “ Lakukan sekarang “ kata saya tegas. Mereka mengangguk dan permisi pergi.
James mendekat kepada saya. “ B, itu tadi kan Lawyer dan Shadow banker. Mereka kan mitra dari Michael Chang. Ada apa ? “ Tanya James. Saya diam saja. Akhirnya James pergi dari hadapan saya. Saya kembali ke meja kerja. Saya baca laporan dan sekali kali lirik sosmed dan coba balas komen teman pada postingan saya. Tak terasa berlangsung 1 jam. Saya minta sekretaris siapkan kendaraan. Saya mau pergi Sauna di Conrad.
Sebelum pergi ke sauna. James datang dengan wajah cemas.” B, saya barusan dapat telp. Michael dilarang masuk kantornya. Karena call loan dia lewat shadow banker di call. Dia harus serahkan semua konsesi tambang dan smelter nya. Mengapa?
Saya diam saja.
“ Bukankah dia mitra kita. Sudah sekian lama menjadi supply chain kita. Dan sangat setia dengan kamu. Mengapa ini bisa terjadi.”
Saya diam saja. James menatap kosong kepada saya dan akhirnya dia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya. Saya biarkan dia dengan dirinya sendiri. Saya terus keluar ruangan dan pergi sauna.
Belum sejam di Sauna, James dan Michael datang ke ruang sauna. Michael membully saya dengan kata kata kasar. Saya segera keluar dari kolam air hangat dan pakai kimono. Dia menendang saya. Tapi belum sampai kakinya ke tubuh saya, saya sudah sapu duluan kaki sebelah kirinya. Dia terjatuh. Saya dirikan. Dia membungkuk dengan takut.Saya tersenyum. Dan memeluknya. Akhirnya dia berlalu.
“ Ada apa dengan dia, B? kata james
“Jelaskan ke saya hubungan dia dengan SIDC ? kata saya dengan tatapan keras.
“ Dia punya konsesi tambang di Iran dan Afrika. Kita sebagai PI dan karena itu kita dapat dukungan supply chain dari konsesi dia.” Kata James.
“ So… Ini apa ? kata saya memberikan laporan statistik delivery dan oustanding PI yang belum di delivery.
“ Masalahnya audit lingkungan memang membatasi operasi tambang. Ini masalah ESG dan international rule “ kata James.
“ Terus apa ini? kata saya menyerahkan bukti shipment ke Eropa dan AS. “ He fuck you sebagai CEO SIDC." Kata saya dengan keras. Jemes terkejut. " Dia sengaja bayar pegiat lingkungan dan pemerintah Afrika untuk ributin konsesi dia agar dia punya alasan PI kita tidak bisa full. Sementara melalui pelabuhan lain dia supply ke Eropa dan AS. Tapi dia lupa. Dia dapatkan akses pembiayaan dari network saya. Mereka lebih loyal kepada saya daripada kedia.”
“ Tapi B, bagaimanapun awal awal produksi sampai 8 tahun dia sudah berjasa besar kepada SIDC. Kita dapatkan sumber daya dengan ongkos sangat murah. Wajarlah setelah dia besar, dia bersikap dengan dia mau.”
“ Baik. Wajar juga kalau saya sekarang membuat dia bangkrut. “ Kata saya.
“ Tapi..ini soal moral B.”
“ James “ kata saya duduk disebelahnya. Saya tepuk pundaknya.” Ketika saya sholat hanya ada saya dan Tuhan saja. Tetapi setelah sholat, bagi saya manusia itu sekutu yang baik dan tentu juga musuh yang berbahaya. Saya harus bersikap baik ketika dia menguntungkan saya dan jadi pemangsa ketika dia merugikan saya. Saya focus ke diri saya saja. Engga ada urusan moral yang membatasi saya bertarung dengan nasip saya. Hidup hanya sekali dan selesai. Mengapa kita terbawa suasana hati dengan standar norma yang orang lain ciptakan. Pahami itu.”
James mengangguk dan berdiri seraya membungkuk depan saya. “ Paham saya. Maafkan saya karena gagal memahami kamu” Katanya.
“ Engga perlu minta maaf. Kamu CEO SIDC dan tugas kamu kepada menagement process dan bisnis process. Itu aja. Soal Perang itu urusan saya dan saya yang harus mampu mengakiri sebagaimana saya mengawali pendirian SIDC Holding ini. ya perang yang never ending selagi SIDC tetap exist.” kata saya.
-------
Saya undang makan siang Michael Chang. Dia datang bersama james. Saya sambut dengan senyum ketika dia sampai di table. Dia membungkuk depan saya sebelum duduk. “ Maafkan saya kemarin. Saya tidak peduli kamu bully saya. Emosi saya tidak akan terpengaruh. Karena saya sadar kamu sedang dalam keadaan lemah. Itu biasa saja. Namun ketika kamu bergerak berniat menyerang saya , saya bereaksi cepat. Itu replek alam bawah sadar. Maklum saya berlatih bela diri lebih dari 10 tahun. Tidak bisa saya kendalikan kalau ada serangan phisik.” kata saya dengan rendah hati.
Michael mengangguk “ Maafkan saya juga B. Saya terpancing ingin cepat besar. Sehingga memunggungi kamu. Sekarang saya sudah bangkrut. Perusahaan tambang dan smelter saya sudah diambil alih oleh Lee. Maafkan saya “ katanya.
Setelah Michael pergi, tinggal saya berdua james.
“ Bagaimana dia bisa terjebak shark loan dengan Lee? tanya James.
“ Itu karena dia bertaruh di bursa future trading. Dia merasa menguasai sumber daya sehingga dia mau kendalikan harga mineral tambang. Saya tahu. Selama dua tahun dia sukses kendalikan harga. Dia sudah dalam posisi mengabaikan saya. Wajar lah. Ya terpaksa saya hadapi perang di pasar future. Hampir setahun saya pelajari aksi dia. Dan saya berhasil arahkan dia deal dengan Felocy yang menyediakan uang untuk transaksi future. Karena itu dia terjebak ketika harga mineral tambang terus naik.
Dia terpaksa harus delivery phisik. Karena kadar kualitas mineral tambangnya di bawah 98%, ya terpaksa dia beli di market dengan harga tinggi. Diapun terjebak shark loan dengan Lee lewat skema REPO saham. Saat lee beri dia pinjaman nilai saham sebagai collateral hanya 30%. Tapi karena begitu besar kewajiban delivery harga sahamnya jatuh di market. 30% saham tidak cukup lagi untuk collateral. Dia harus TOPUP collateral sampai tidak tersisa lagi saham yang dia punya. “ Kata saya dengan santai sambil makan.
“ Dan Felocy itu ternyata teman hedge fund player kamu sendiri. Kamu giring dia ke sarang srigala. Untuk dimangsa rame rame” Kata James dengan tersenyum. Saya diam saja. Hak jemes menilai apa tentang saya. “ Perusahaan Lee itu shadow banker yang juga terhubung dengan kamu sebagai pengendali” Lanjut James. Saya diam saja.
“ James. “ Seru saya. “ Walau saya dukung dia berbisnis tambang dari nol. Saya tidak bisa meminta Michael untuk loyal kepada saya. Ketika bisnis dia sudah besar, dia berhak menentukan pilihan sendiri. Tentu termasuk mengendalikan saya sebagai offtaker buyer dan pemilik PI. Saya tidak kecewa. Karena itu situasi yang sudah saya prediksi dari awal ketika saya siap mendukung dia.
Dari awal saya tahu. Michael memang punya ambisi besar. Dia pekerja keras. Dia sukses, tapi kesuksesan itu tidak bisa menutupi kelemahannya. Apalagi peran istrinya sangat besar memperlemah dia. Apa ? rakus. Kerakusan itu membuat dia buta siapa lawan dia. Ya saya. Orang yang membesarkan dia. Kalau saya mudah membesarkan dia tentu mudah juga saya hancurkan dia. Kini dia membayar kerakusan itu dengan mahal. Bangkrut! Saya tidak benci dia. Tapi saya sedang memberikan hikmah kepada dia agar hidup jangan rakus”