Bukan utang pribadi
David minta bertemu dengan saya. Ya saya sanggupi. Kami ketemu di safehouse.
“ Ale, gua udah engga kuat karena utang. Stress gua. “ kata David dengan wajah kusut. “ Gimana lue punya bisnis engga seperti orang stress. Padahal kata Aling, hutang perusahaan lue di Jakarta dan di luar negeri segunung. “ Lanjutnya. David sahabat saya sejak tahun 84. Dia dari keluarga kaya. Aling naksir sama saya, malah dia ambil. Ya saya tahu diri aja. Dan akhirnya percintaan mereka kandas. ALing tetap baik dengan saya. Saya tetap baik dengan David.
“ Setiap utang perusahaan, gua engga pernah gunakan untuk pribadi. Benar benar untuk bisnis sesuai dengan rencana bisnis. Gua patuhi semua proses bisnis. Sehingga gua terhindar dari resiko hutang. “
“ Gimana lue terhindar dari resiko hutang?
“ Utang itu hanya alat dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Misal. Gua hindari modal kerja dari utang. Gua gunakan modal kerja dari akumulasi laba. Makanya gua jarang ambil deviden. Gua berhutang untuk investasi jangka Panjang. Nah, agar terhindar menjadi beban perusahaan. Maka gua selalu gunakan skema non recourse loan. Artinya jaminan adalah proyek itu sendiri. Kalau proyek gagal, ya udah. Bank sita itu proyek. Perusahaan gua aman aja.” Kata saya.
“ Tapi nyatanya kata Aling, engga pernah bisnis lue gagal. Gimana bisa begitu? Tanya David.
“ Karena sifatnya non recourse loan. Bank atau Fund manager tidak akan berikan kredit kalau tidak ada jaminan pasar dan tekhnologi. Gua udah kuasai itu makanya engga sulit dapatkan loan dan tentu secure kalau diback up dengan adanya sumber daya keuangan.”
“ Padahal semua bisnis, lue engga kelola sendiri. Kok bisa ya?
“ Semua bisnis d lingkungan group gua. itu berasal dari idea gua sendiri. Dan itu didukung oleh penguasaan pasar dan ekosistem bisnis model. Maklum kan basic gua pedagang. Di hadapan gua semua bisnis , mau industry, jasa, tetap aja bagi gua itu dagang. Walau gua engga kelola langsung tapi gua hapal bisnis proses nya. Jadi gampang tahu kalau diboongi direksi” Kata saya tersenyum.
“Negara juga berhutang. Salah ?
“ Sebenarnya utang negara itu tidak ada masalah. Asalkan bukan untuk belanja APBN. Belanja APBN harusnya dari tabungan pemerintah. Nah untuk proyek, kan pemerintah bisa terapkan skema non recourse loan lewat BUMN atau penerbitan thematic bond. Jadi APBN kita sehat. Kalau ada apa apa ya ambil aja proyek itu. Toh engga akan kemana mana. Emangnya bisa digotong tuh proyek. Tetap aja walau asing yang kuasai, kan PPH masuk negara juga. Yang jadi masalah kan, utang negara dipakai untuk bayar utang dan belanja rutin. Itu big risk“ Kata saya.
“ Ale…”seru David. “ Udah baca proposal gua ke GI ?
“ Udah. Tapi kemungkinan kalau Yuan setuju, GI akan akuisisi perusahana lue. Karena utang lue ke GI udah terlalu besar Vid. DSR udah diatas 70%. Itu udah hampir insolvent “ Kata saya. David berlinang airmata. “ lue engga bisa bantu reschedule, Ale..”
“ Ini bisnis process. Gua engga bisa intervensi. Saran gua sebagai teman. Lue lalui saja hidup ini dengan tenang. Pasti GI akan beri lue umberella. Engga mungkin lue dibiarkan terjun bebas tanpa parasut.”kata saya. David terdiam dengan wajah sedih. " Dimasa tua gua harus menghadapi kebangkrutan.." suara david lirih.
Hutang kadang membuat orang lupa diri berproses. Dan Ketika peluang berhutang habis. Dia baru menyesali…