platform IT

Arsip Terupdate
platform IT Tahun 2013 hari minggu saya jalan santai pagi hari dengan sepeda di Shenzhen. Saya berhenti di taman untuk istirahat. Saat akan push up, saya lihat ada wanita sedang duduk sambil menulis diatas pangkunya. Pagi pagi mengapa wanita ini ada ditaman. Sendirian lagi. Saya cuek saja. Terus pus up. Tapi rasa penasaran saya mendorong saya untuk mendekatinya. Oh dia bukan menulis tapi melukis, seperti clip art history yang biasa dilakukan oleh art designer iklan. Saya tersenyum dan dia balas senyum juga. “ Apa yang sedang kamu lakukan? tanya saya. Mungkin karena bahasa mandarin saya cadel, dia jawab dengan bertanya balik dalam bahasa inggris “ anda darimana asalnya? “ Indonesia.” “ Oh inni..” Katanya tersenyum. “ Saya sedang menggambar ide untuk memvisualkan mimpi pacar saya.” Lanjutnya. Saya lirik gambar itu. Dia malah serahkan ke saya. Sehingga saya bisa melihat dengan jelas idea itu. ideanya sederhana saja. Yaitu bagaimana hubungan antara provider ecommerce dan pengendara Ojol bisa equal. Beban biaya tetap provider seperti sewa gateway, investasi platform ecommerce, ditanggung bersama oleh rider. Sistem ini harus terbuka dan bisa diakses oleh publik berdasarkan aturan bersama antara provider dan rider. Bukan aturan sepihak oleh provider saja. Siapapun yang mengunduh aplikasi ride hailing bisa menjadi driver untuk mengantar penumpang atau pesanan barang. Bisa kapan saja dimatikan. Misal pemilik kendaraan pulang kantor. Dia bisa saja hidupkan aplikasi dan terima order yang satu arah dengan dia. Begitu juga dengan layanan antar barang. Entah mengapa dia sangat bersahabat dan ramah. Padahal saya orang asing yang baru dia kenal. “ kamu kerja dimana ? “ Saya kerja di rumah produksi animasi. “ “ Pacar kamu dimana ? “ Dia sedang ke sana antar makanan sarapan pagi ke konsumen. “ katanya menunjuk kearah block apartement. “ Oh.. “ Saya tunggu di sini. Dia janji akan antar saya ke sekolah minggu” kata wanita itu. “ Sekolah apa ? “ Saya sedang berusaha dapatkan ijazah persamaaan dan berharap saya dapat sertifikasi untuk mendirikan sendiri rumah produksi “ katanya malu malu. Tak berapa lama pacarnya datang. Saya tersenyum menyapanya dan menyalaminya. “ Idea kamu hebat. “ kata saya. “ Itu idea agar saya dan teman teman saya yang kerja ojol bisa dapatkan keadilan. Kami sangat sulit dengan yang ada sekarang. Kami harus kerja keras siang malam dan semakin lama semakin berkurang penghasilan kami. Ya persaingan keras. Provider seenakanya naikan fee apikasi. “Katanya. “ Problem kamu adalah bagaimana membuat sistem IT yang berbasis ecommerce namun bisa diakses oleh seluruh member secara terbuka. Sehingga menjadi platform koperasi. Semua anggota menjadi pemilik dan semua anggota punya akses audit. “ Kata saya. Dia mengangguk. Setelah bicara santai lebih dari 30 menit. Kami kenalan. Nama pria itu, Chang. Usianya 30 tahun. Dan wanita itu bernama Amey. Usianya 25 tahun. Saya memberi kartu nama saya. Dia senang ketika tahu saya pengelola PE di Hong Kong. Setelah itu mereka minta izin pergi. *** Keesokannya saya bertemu dengan teman IT developer. Saya diskusi soal idea platform IT. Mungkin karena saya yang provokasi, membuat dia bersemangat mendengar idea tesebut. “ B, saya akan buat dummy nya. “ Katanya. Saya senyum aja. Ini anak muda benar benar semangat. “ Saya tidak perlu ragu. Kamu pasti akan ambil bagian dari idea ini” katanya. Saya perkirakan paling cepat setahun idea itu selesai. Tapi ternyata hanya sebulan sudah selesai dummy nya. “ Kita bisa gunakan infrastruktur milik pemerintah dan memang itu fasilitas bagi start up UKM bagi industri IT. Bayar nya on demand. Jadi bukan fixed cost tapi variable cost” Katanya. *** Minggu depan saya telp lagi Chang dan Wei. Mereka datang ke apartement saya di Shenzhen. Saya perlihatkan dummy itu. Mereka berdua terkejut. “ Nah tugas kalian jadikan dummy itu sebagai alat untuk mendapatkan dukungan stakeholder. Kalau sudah dapat dukungan, kalian perlu modal, datang ke saya” kata saya. Mereka berdua berlinang air mata. Saya tidak yakin dalam waktu dekat mereka bisa penuhi standar kepatuhan dukungan dari stakeholder. Tapi setidaknya saya sudah memberikan hope kepada mereka. Itu lebih baik. Tapi apa yang terjadi ? belum tiga bulan. Chang telephon saya bahwa dia mau atur pertemuan saya dengan para stakholder. Ya saya sanggupi. Benarlah. Sesuai jadwal pertemuan itu terjadi di kantor saya di Guangzhou. Luar biasa dukungan stakeholder. Saya minta kepada direktur Business development group untuk buat bisnis plan bagi mereka. Proses ini perlu waktu 2 bulan untuk saling mencocokan pilihan dan hitungan investasi yang tepat. Akhirnya saya putuskan tidak akan menyediakan ventur capital bagi mereka. Saya tidak mau merusak idealisme mereka. Saya cukup jadi angel investor saja. Saya sediakan startup capital untuk mereka qualified deal dengan investor seri A. Kalau tiga bulan gagal ya saya cutloss tapi tidak hilang uang banyak. Ternyata tiga bulan mereka sudah dapat 5 bintang. Sehingga tidak sulit dapatkan investor seri A. Setelah itu saya tidak lagi ketemu mereka. *** Tahun 2015 saya tahu di China memang tumbuh pesat provider platform hailing ride (Ojol). Kini ada lebih 300 perusahaan penyedia jasa Ojol. Walau ada yang raksasa seperti DIDI dan lainnya tapi mereka tidak monopolii. Tahun 2021, pemerintah China membuat aturan bagi provider raksasa untuk memberikan gaji minimal kepada pengendara dan jaminan asuransi kesehatan dan pensiun. Sementara yang bersifat koperasi tidak terkena aturan itu. Chang walau sudah sukses tidak ragu menikahi Mey yang miskin. “ Chang menghormati dan mencintai saya dengan tulus “ Kata Mey. “ karena dia ingat kata kata kamu awal kamu mau dukung dia. Bahwa kamu mau dukung dia dengan tulus karena kamu peduli dengan saya yang miskin. “ Kata Mey. Saya senyum aja.