Rupiah melemah
“ Mengapa rupiah terus melemah ? tanya Akhiat
“ Karena banya orang yang punya rupiah nuker ke dollar AS. Ya karena besar arus penukaran ini ya otomatis harga dollar jadi mahal. Biasa aja “ kata saya.
“ Ya kenapa orang ramai tukar ke dollar AS?
“ Orang kan kalau duit nya banyak, dia tidak tempatkan uangnya di tabungan.Tetapi diproduk investasi. Nah hitungan investasi kan bunga. Kalau kalkulasi bunga dollar lebih tinggi dari Rupiah ya orang tuker ke Dollar. Termasuk orang rame jual obligasi pemerintah karena bunganya tidak lagi menarik dibandingkan T-bill.” Kata saya.
“ Ya kenapa kita engga naikan aja suku bunga seperti AS? tanya nya lagi.
“ AS itu menaikan suku bunganya dengan tujuan memerangi inflasi. Mereka tidak peduli dengan pertumbuhan ekonomi. Beda dengan kita. Kita kan focus ke pertumbuhan ekonomi. Kalau suku bunga dinaikan ya orang males pinjem uang ke bank. Ekspansi dunia usaha tidak terjadi. Pertumbuhan ekonomi akan jadi korban.
Sementara bank akan bleeding, kena imbas negatif juga. Karena Bunga tinggi, ya orang kaya mending simpan uang di bank. Enak tidur dapat uang lagi. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin semaput” Kata saya.
“ Terus solusinya apa ?
“ Sebenarnya mudah saja. Pemerintah kan punya uang gede APBN. Itu dipercepat belanjanya. Tapi nyatanya belanja APBN sampai oktober ini baru terealisir 52%. Itu bisa jadi rencana penerimaan melambat atau apalah. Ya namanya politik. Mana kita tahu,” Kata saya.
“ Di luar itu apa solusinya ?Tanya akhiat.
“ Ya kalau naikan suku bunga tidak mau. Ya ubah kebijakan moneter dari floating rate menjadi ERO. “ Kata saya.
“ Apa itu ERO?
“ Exchange rate overshoot. “
“ Ya apa itu ?
“ Pasar itu kan tergantung ada lawan. Kalau diladenin ya mereka goreng. Buat longgar aja rupiah. Biarin aja dihajar pasar. Nanti akan kembali kok ke titik keseimbangan. Itu lebih baik daripada BI intervensi di pasar yang ongkosnya mahal. Tapi pemerintah harus tetap focus perkuat fundamental. Jangan lagi buang uang untuk PMN, bailout kerugian DAPEN. Proyek marcuar ya tutup aja dulu. Focus ke produksi aja..” Kata saya. Entah kenapa setelah saya bicara Akhiat habis terima telp dia pamit pergi.