SRBI

Arsip Terupdate
SRBI Focus selamatkan negeri ini… BI tetap tidak akan mengikuti the Fed menaikan suku bunga. Ini kebijakan yang beresiko mengingat likuiditas pasar uang global sedang ketat. Rupiah selama sekian minggu terus terdesak oleh menguatnya mata uang USD. Sentimen negatif datang dari cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI) turun dari periode sebelumnya. Trend penurunan penerimaan devisa sudah terjadi sejak kwartal kedua akibat turunnya harga komoditas. Windfall sudah berlalu. Tentu ini memperlemah kemampuan BI mengatasi stabilitas rupiah. Untuk mengatasi likuiditas valas, BI mengeluarkan produk pasar uang baru yang bernama SRBI ( sekuritas Rupiah BI) bertennor jangka pendek ( maks 12 bulan) lewat pasar uang terbuka (OPT). Skema SRBI ini sebenarnya bagian dari produk derivative pasar uang. Underlying dari SRBI adalah SBN yang dimiliki BI. Jadi credit ratingnya adalah SBN. Currency SRBI adalah IDR tapi karena sifatnya variable rate tender, bisa saja bunganya diatas bunga the fed. Dan ini akan mendorong asing membelinya, tentu sumber devisa memperkuat mata uang IDR. SRBI ini digagas BI untuk mensiasati pasar uang global yang ketat. Juga antisipasi apabila fasilitas REPO LIne the fed dihentikan atau tidak lagi efektif menstabilkan rupiah. Ini juga kiat BI tetap focus kepada mix policy ( fiskal dan moneter ) tanpa terpengaruh dengan kenaikan suku bunga the fed. Manfaat lain adalah menjaga stabilitas pasar SBN dan bisa juga jadi acuan bagi swasta lokal untuk menetapkan suku bunga oblligasi. Yang jadi masalah begitu hebatnya BI mengeluarkan jurus sakti dalam menangkis serangan pasar uang, tetapi kekuatan fiskal tidak mengimbanginya. Peran menteri bidang perekonomian loyo alias tidak balance dengan moneter policy. Mereka hanya sibuk belanja lewat proyek bombamdis dan impor pangan. Sementara industri berbasis SDA tidak efektif menambah devisa, bahkan daya serap DHE masih rendah. Keadaan pasar tidak sedang baik baik saja. Sudah saatnya sense of crisis harus dimiliki oleh para menteri bidang perekonomian. Maklum jabatan rangkap membuat mereka tidak focus. Dan para capres dan oposan, engga usah sibuk kritisi pemerintah terutama soal ekonomi. Ini sangat beresiko terhadap rupiah. BIsa terjun bebas rupiah dan kalian juga tidak ada gunanya berkuasa kalau rupiah tewas. Ayo saatnya kerja dan focus selamatkan negeri ini..