Memahami ekonomi singapore.
Utang Luar Negeri di Singapura rata-rata sebesar 1.685.131,08 Juta SGD dari tahun 2003 hingga 2024, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 2.725.589,40 Juta SGD pada kuartal kedua tahun 2024. Debt to PDB Singapore sebesar hampir mendekati 200%.
Orang awam akan jadikan itu sebagai dalih “ Ah utang Indonesia belum seberapa dibandingkan Singapore. Kita hebat dalam berhutang. Sangat hati hati.” Tapi warga DDB tidak termasuk yang awam. Walau berteman dengan pedagang sempak, namun wawasannya tidak sesempit sempak.
Singapore itu negara jasa. Dia salah satu financial center terbesar di Dunia. Bahkan merupakan sorga offshore fund, yang punya hub OFC terbaik di dunia. Artinya sumber daya negara Singapore itu memang bukan SDA tetapi trust. Bayangin aja, Menteri cuman numpang pesawat jet pribadi dipaksa mundur dan kena kasus korupsi, Kalau negara lain itu hal biasa.
Singapore juga dikenal well menegement dalam hal jasa. Jasa terpenting dalam dunia kapitalis. Yaitu logistic dan financial. Makanya hampir semua orang kaya di dunia, tempatkan dananya di Singapore. Hampir lebih 1/3 logistik dunia menggunakan port Singapore sebagai hub.
Singapore punya dua kamar system moneter nya. Satu onshore dan satu lagi offshore. Offshore itu bebas pajak dan bebas dipindahkan uangnya kapan saja. Karena tidak dicatat sebagai utang pemerintah. 80% dana di Singapore itu bersifat offshore. Namun dengan adanya capital out/in flow , Sinngapore dapat fee sebagai sumber pendapatan memakmurkan negaranya.
Sementara onshore, hanya 20 % dari total dana yang ada. Itu rekening residence. Utang Singapore bukan kepada asing tetapi kepada rakyat sendiri dan itu sangat rendah. Rasio debt to pdb rendah sekali. Makanya mereka kuat dan mudah memberikan insentif pajak kepada rakyat disaat krisis terjadi dan mengatur kurs sesuai dengan kepentingan fiskalnya. Paham ya.