monetes sbn

Arsip Terupdate
Monetes SBN. (Smart financial ) “ Minggu lalu ada pertemuan antara Gubernur BI dan Menkeu. Dari berita, katanya pemerintah akan keluarkan SBN lewat pasar sekunder dimana BI sebagai investor. Bisa jelaskan apa maksud SBN pasar sekunder “ kata teman. Pasar sekunder ? ya semacam limited offer atau penawaran terbatas. Kalau dalam dunia private Equity, limited offer itu dibatasi kepada 12 investor maksimum. Karena sifatnya limited offer, ya transaksi dilakukan secara OTC ( over the counter ). Aturan bersifat B2B. Paham ya. Nah dalam konteks SBN, penawaran hanya kepada BI saja. Jadi BI sebagai pembeli SBN. Mengapa ? karena mudah dan tidak berdampak kepada suku bunga dan yield yang tervolatilitas di market. Maklum kan sifatnya tertutup ( bukan public offering). Darimana BI dapat duit? Ya lewat pelonggaran kuantitas atau Bahasa kampung, cetak uang. Selesaikan. Mudah kan. Kok begitu? Kan engga boleh cetak uang? Benar. Kalau cetak secara langsung. Tetapi ini kan cetak uang lewat financial engineering atau structure fund. Gimana caranya? SBN yang BI beli itu akan berubah jadi asset financial. Asset itu dijadikan underlying dalam penerbitan SRBI ( sertifikat rupiah BI). Market akan percaya. Apalagi rate SRBI sesuai dengan lelang terbuka. Transparance. Tapi apakah itu akan berdampak inflasi ? tidak. Karena uang dari pembelian SBN oleh BI itu tidak dipakai pemerintah untuk belanja. Tapi untuk dipompa ke perbankan, agar likuiditas jadi longgar. Sehingga bank bisa ekspansi kredit dan sector real bangkit lagi. Tuh lihat aja. Baru rencana, Kemarin beberapa emiten besar sudah dapat kredit dari perbankan. “ Segitunya pemerintah bela perbankan dan konglomerat.” Kata teman. Ya, begitu system bekerja. Karena mesin ekonomi itu kan konglomerat yang menyumbang devisa, penyerapan Angkatan kerja, sumber 80% penerimaan pajak. Dan driver nya perbankan. Apakah cara itu wajar? Tentu wajar kalau dilakukan dalam keadaan darurat. Dan kita memang secara financial sedang krisis. Dianggap darurat karena system likuiditas tidak jalan. Jadi sebenarnya dalam system kapitalis selalu ada solusi financial, bahkan dalam kondisi terburuk. Benar. Tapi tentu dengan syarat. Apa syarat itu? Pemerintah yang kredibel. Dan itu ditandai dengan indek demokrasi yang sehat. Tapi kalau indek demokrasi buruk. Kebijakan SBN structure itu bisa membuat rupiah jatuh. Market anggap pemerintah culas dan hanya ingin mempertahankan kekuasaan. Sorry to say, fuckout !