CCS

Arsip Terupdate
“ Pah kemarin kan ada yang ditanyakan Gibran, soal apa tuh? Oma mencoba mengingat. Matanya muter muter. “ Itu pah yang ditanya ke Pak Mahfud? “ Oh teknologi Carbon Capture Storage (CCS) atau Carbon Capture, Utilisation, and Storage (CCUS) “ Kata saya. “ hah, ya benar benar itu yang mama maksud. " OMa senang. " Apa itu ? “ Oh itu roses menangkap carbon, biasanya dari sumber industri, sebelum dilepaskan ke atmosfer. Carbon yang ditangkap dikompresi menjadi bentuk cair atau padat. “ “ Gimana cara nangkap carbon itu ? tanya oma dengan mengerutkan kening. “ Kan carbon itu dihasilkan karena adanya pembakaran fuel dari fosil, seperti batubara dan minyak bumi. Nah cara nangkap carbon itu ada tiga cara, yaitu pasca-pembakaran, pra-pembakaran, dan oxyfuel. Kalau sudah terbakar ya ditangkap dengan menggunakan 'scrubbing' berbasis penyerapan, adsorpsi, atau membran untuk menghilangkan carbon dari gas buang yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Kalau belum dibakar, mengubah metana uap atau gasifikasi bahan bakar seperti batu bara atau biomassa menghasilkan gas sintesis atau syngas. Nah syngas ini kemudian mengalami reaksi pergeseran air-gas yang mengubah karbon monoksida dan air menjadi hidrogen dan karbon dioksida. Konsentrasi karbon dioksida tinggi itu dipisahkan, meninggalkan hidrogen sebagai bahan bakar. Ini adalah langkah pertama dalam memproduksi hidrogen biru dari batu bara atau gas alam. Dan terakhir tekhnologi Oxyfuel , yaitu membakar bahan bakar menggunakan oksigen murni, atau campuran oksigen dan gas buang yang disirkulasikan ulang, jad tidak dibuang ke udara.” Kata saya. “ Terus ngapain ditangkap segala carbon itu ? “ Ya agar terjadi dekarbonisasi sebagai strategi mengatasi perubahan iklim” Kata saya. “ Oh itu soal lingkungan.” Kata oma menyimpulkan. “ Ya tepat sekali.” “ Apakah cara itu tepat untuk mengatasi masalah lingkungan? “ Secara tekhnologi tepat tetapi secara ekonomi tidak tepat. Karena ongkosnya mahal sekali. Kan untuk menangkap karbon tetap butuh energi, bahkan energinya lebih besar. Pertanyaan adalah apa sumber energi untuk menangkap carbon itu? kalau sumber energi dari fosil lagi ya sama saja boong.” kata saya. “ Oh pantas pak Mahfud bilang perlu ada kajian akademis kalau itu mau dijadikan aturan atau UU. Karena memang rumit ya pah” Kata Oma. “ Benar.” Kata saya. “ Kok papa tahu? “ Wenny tadinya punya rencana bangun pabrik CCUS menghasilkan Ethanol. Pabrik itu ditandem dengan industri petrokimia yang punya Yuan di China. Tapi akhirnya rencana itu gagal. Engga diteruskan..”Kata saya. Mengapa ? “ Pegiat lingkungan protes. Katanya itu proyek akal akalan untuk membenarkan pembakaran yang menghasilkan carbon. Kita perlu energi hijau dan itu tanpa batubara dan BBM dari fosil.” kata saya. Dan oma matanya udah 5 watt. Ya tidur dah dia..