Suku Bunga Acuan 3023

Arsip Terupdate
Saya ada business lunch meeting dengan Richard dan Steven di Singapore kemarin. Sebelumnya Yuni dan Ella di Hongkong ingin bertemu saya. Ada hal penting yang ingin mereka lapor. Saya sarankan mereka datang ke Singapore ikut makan siang dengan saya. Usai makan siang, saya langsung pulang ke Jakarta. Yuni ikut saya ke jakarta karena liburan natal. Sementara Ella kembali ke NY dengan private jet Yuan. Karena kami datang lebih awal di Changi kami memilih santai di di Lounge executive menanti waktunya boarding. Saat saya duduk, arah jam 12 ada orang melambai kearah saya. Ternyata Deni dan Lisa. Mereka menghampiri saya. “ Ale, siapa ini? Tanya Lisa. Dia teman saya yang punya pabrik kimia. “ Oh ya kenalkan. Ini teman saya dari Yuan Holding.” Kata saya perkenalkan Yuni. Lisa menyerahkan kartu namanya dan Yuni juga. “ Yuan Holding? Kata Lisa mengerutkan kening saat baca kartu nama Yuni. Dia berpikir sebentar” Ini kan perusahaan terdaftar di London, salah satu mitra global dari PCG. Kalau engga salah special assignee pemegang sahamnya adalah Fidelity investment dan JP Morgan” Kata Lisa. Yuni senyum aja. “ Kok lue tahu” kata Deni. Dia teman saya yang punya showroom dan agent sparepart kendaraan. “ Yuan kan pemegang saham pegendali NBL holding Singapore, Perusahaan saya dapat bahan baku kimia dari NBL “ Kata Lisa. “ Oh ya. “ Kata Yuni “ Ya..” Kata Lisa. “ Ibu kenal dimana dengan Pak Ale ? tanya lisa. Yuni tidak jawab. Dia senyum aja. “ Dengar kabar BI tahan suku bunga acuan ya Ale? Tanya Deni “ Ya” kata saya. “ Mengapa ? tanya Deni. Maklum dia importir dan tentu sangat concern dengan Suku bunga. “ Kenaikan suku bunga acuan BI di level 6% memang berhasil menahan kejatuhan IDR tetapi juga tidak membuat IDR menguat significant. Kalau suku bunga dinaikan lagi, ya dunia usaha bisa menjerit. Sekarang aja bunga kemersial pinjaman sudah diatas 10%. Itu engga sehat bagi rencana pemerintah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas 5% tahun depan.” kata saya “ Kira kira gimana kurs rupiah mendatang” Tanya Deni. “ Ekonomi Indonesia dihadapkan oleh situasi ekonomi global yang diperkirakan tahun depan akan melemah. Sementara 1/3 dari penerimaan ekspor habis untuk bayar bunga dan cicilan utang. Sejak dua tahun lalu tren penurunan ekspor terjadi. Tahun ini saja sampai dengan november ekspor drop 11,8% dibandingkan tahun lalu. Nah apa yang akan terjadi bila tahun depan ekspor terus melamah? Nilai sendiri lah “ kata saya. “ Ya likuiditas Valas akan tertekan akibat bayar bunga dan cicilan. Tentu rupiah akan melemah otomatis. “ kata Deni. “ Apalagi tren kenaikan beban pembayaran bunga utang luar negeri pemerintah mencapai 36,4% secara year on year (yoy).”kata saya. “ Wah ngeri juga ya. “ Kata Lisa. “ Makanya banyak teman teman yang siapkan exit strategi menjaga kemungkinan buruk bila terjadi kurs terus melemah, yang otomatis inflasi yang selama ini ditutupi boroknya akan tersingkap. Bisa melambung diatas dua digit” kata Lisa. Tanpa sengaja Yuni habisi kopi saya di cangkir. Kebiasaan jelek, Doyan minum sisa saya. Lisa mengerutkan kening menatap aneh ke saya dan Yuni. “Ale ini teman kami sejak tahun 93 an. Saat jatuh Soeharto tidak lagi terdengar bisnis dia. Enga tahu sekarang apa bisnisnya. Yang jelas dia jarang di Indo” Kata Lisa kepada Yuni. Terdengar panggilan untuk boarding. Kami segera keluar dari Lounge executive.