politik dan bisnis

Arsip Terupdate
Politik dan bisnis. Saat sekarang tidak ada sentiment politik dan idiolagi antara negara. Semua karena kepentingan bisnis. All about business. Perang Ukraina – Rusia, bukan soal idiologi Barat dan Timur. “ Ini soal Pelabuhan logistic yang ada di Crimea.” Kata Sebagian orang. Salah. Dengan status Crimea sebagai SAR, sudah cukup bagi Rusia. Ngapain perang lagi. Namun ini soal produksi gas Neon yang ada Donbas, Ukraina. 90% material industry Microchip dunia dipasok oleh pabrik yang ada di Donbas. Ada pemain bisnis yang ingin kuasai produksi ini agar mereka bisa kuasai saham tekhnologi di dunia. Jadi perang itu hanya soal personal para pemain yang ingin mengusai bisnis tekhnologi. Apakah segitu naifnya. Engga juga. Kamu hitung aja berapa kapitalisasi pasar emiten teknologi. Apple aja marcap nya 3 kali PDB kita atau 20 kali Marcap Singapore. Belum lagi Tesla, Microsoft. Nvidea dan lain lain. Semua tergantung kepada Gas neon untuk bahan microchip. Terus perang Israel dengan Palestina kan karena idiologi dan agama. Dulu ya. Tetapi belakangan udah engga. Ini soal perebutan ladang gas lepas pantai di Cekungan Levant, bagian dari Mediterania Timur. Terletak di perbatasan laut antara Israel, Lebanon, Jalur Gaza, dan Siprus. Kapasitas cadangannya mengalahkan Iran dan Arab. Nah ada trader hedge fund yang biayai Israel dan tentu ada juga trader hedge fung yang biayai Hamas. Nanti kalau dua group trader ini berdamai, selesai juga perang. Mengapa ? dengan adanya green energi, kan gas lebih feasible untuk bumi daripada minyak bumi. Itu cuan. Mana ada negara tidak tergantung kepada energi. Jadi semua karena bisnis. Bagaimana dengan Indonesia. Bagaimana pengaruh China dan AS terhadap politik Indonesia? Engga ada lagi kepentingan China dan AS terhadap politik Indonesia. Engga peduli siapa yang jadi presiden. Karena sejak idiologi sudah berganti dengan kepentingan bisnis. Semua sudah selesai. Jokowi bukan orang partai. Tapi dia bisa pimpin orchestra elite partai dalam satu barisan yang tertip bernama KIM plus. Sehingga semua elite partai engga berani lawan dia. Itu karena dia kuasai trader yang mengontrol semua partai itu. Paham ya. Makanya walau ganti presiden, sampai sekarang dia tetap lead dalam hal politik.