Unsecure Bond

Arsip Terupdate
Unsecure Bond Cerdas finance. “ Eh Ale gimana sih ceritanya soal divestasi Freeport. Katanya itu utang engga pakai colallateral apapun. Bisa jelaskan.” Tanya Abeng memecah keheningan. Sepertinya dia merasa salah membuka kisah lama yang seharus tidak perlu diceritakan “ Kok bisa ya.” Tanyanya. “ Sumber daya keuangan selain dari bank, juga dari pasar uang. Pasar uang itu yang menyerap obigasi atau Bond atau surat utang. Nah saya akan menguraikan obligasi atau surat utang perusahaan yang di create tanpa collateral atau disebut Unsecure Bond. Kalau diterjemahkan unsecure bond itu dalam bahasa indonesia adalah surat utang yang tidak aman. “ “ Kok mau pasar menyerap surat utang yang tidak aman. Emang ada investor bego mau bayar bond yang tidak aman? “ Mari gua jelaskan secara sederhana. “ kata saya. Semua menyimak. “ Lue orang kan tentu masih ingat cerita divestasi PT. Freeport Indonesia. Inalum mendapat penugasan untuk melaksanakan divestasi itu. Total transaksi mencapai USD 4,8 miliar atau kurang lebih Rp 60 triliun. Sumber dana pengambil alihan saham itu tidak berasal dari APBN. Tidak juga berasal dari jaminan Neraca Pt. Inalum. Ya Inalum menerbitkan unsecure bond. Nah dibalik unsecure bond itu ada skema yang memastikan transaksi itu aman dengan tingkat krediblitas yang tinggi. Tentu bunga bong nya lebih tinggi dari bunga umum. Dalam kasus Inalum. Global bond itu masuk ke pasar 144 A (S) Sec. Ini pasar uang diperuntukan hanya untuk investor sophisticated. Siapa investor dimaksud? ya investor yang terhubung dengan pedagang emas dan tembaga, kontraktor PI dan Industri yang terhubung dengan supply chain global. Mereka itu ekosistem bisnis dari Freeport. Jadi walau saham Freeport Mcmoran berkurang 51%. Namun secara bisnis investor McMoran tidak kehilangan apapun. “Apa pasal? Tanya David. “ Karena skema unsecure bond itu sama saja dengan ijon. Disamping bunga tinggi, investor juga dapat harga PI tanpa menanggung ongkos lingkungan. Jauh lebih baik daripada mereka punya saham 100% tapi harus menanggung ongkos sosial dan lingkungan.” Jawab saya. “ Makanya sebelum skema itu digelar perlu drama tentang nasionalisme. Sehingga skema mulus, rakyat bangga. Investor tersenyum puas. Orang pintar makan orang bego. “ Kata Abeng nyeletuk. “ Pantas aja. Skema ini membuat anggota DPR berang. Karena tidak percaya kalau inalum hutang tanpa agunan neraca. Ternyata itu faktanya”