bisnis model

Arsip Terupdate
“ Ale, gua baru pulang dari Seoul. Gua berkunjung ke Kawasan Pabrik Baja punya Yuan di Incheon. “ Kata Florence. “ Gila ya besar banget. Lebih besar dari KS. “ lanjut Florence. Saya senyum aja sambil merokok dan seruput kopi. “ Ale gimana Yuan bisa punya portfolio itu ? Tanya Florence. “ Kenapa engga takut rugi. Tuh lihat KS kan rugi terus ? sambung Florence. “ Industri itu dibangun diawali karena adanya tekhnologi dari hasil riset tentang formula metalurgi yang bisa mengeliminasi adanya segregasi, dan tekanan internal pada campuran metal. “ Kata saya. “ Darimana modalnya ? “ Create produk investasi “ Jeli investment fund (JIP)”. Produk investasi ini dibuat dengan platform investasi di sektor downstream mineral tambang. Dari sana saya susun financial engineering terkait dengan business model.” “ Apa bisnis model tersebut? “ Memberikan ekosistem kepada business mineral tambang, yang meliputi pembiayaan, tekhnology, market dan logistik. “ kata saya. “ terus..” “ Yang jadi masalah adalah tekhnologi yang menjadi trigger terbangunnya produk investasi JIP itu punya Chui, konglo di Korea. Saya tentukan sikap dengan akuisisi 60% nya. Chui buka harga. Saya engga ada uang. Kalau saya ajak bermitra dalam JIP dia pasti nolak. Lah wong dia tahunya uang. Mana ngerti soal produk derivative investasi. “ Kata saya tersenyum. “ Duh jadi gimana? Florence larut emosinya dnegar cerita saya. " Karena Chui dalam posisi fundraising tentu mudah bicara. Seperti biasa program investasi yang dia tawarkan, exit lewat IPO. Saya tidak berminat. Karena kalau sudah IPO akan sulit tekhnologi itu di leverage. “ Kata saya seruput kopi. “ Jadi gimana..” Florence penasaran. “Terpaksa saya dekati pacar Chui dengan hospitalita. Ya semua wanita suka dihormati dan dimanjakan secara pantas. Perlu dua bulan personal approach, akhirnya Chui setuju dengan rencana saya. Bahwa saya akan akuisisi 60% saham. Tapi bayarnya dalam bentuk financial intrument berjangka waktu 3 bulan. Tanpa tanya, dia setuju financial closing tanpa uang tunai. Jadi saya akan bayar dari penjualan unit investasi " JIF". Setelah itu dengan cepat saya terbang ke Frankfurt untuk create “JIP”. Tahap pertama, saya mendirikan Private investment company di offshore. Offshore company ini akan menjadi beneficial owner dari JIP. Rencana saya akan lepas saham 60% dan 40% atas nama Yuan Holding. Saya road show kebeberapa investor institusi yang kelola dana seperti PE, RETF, Infrastruktur fund, Hedge Fund, Treasure and precious metal fund , SWF, Green fund. Hanya seminggu saya berhasil menarik 4 investor insitusi sebagai mitra “ JIP” Kamudian JIP dijual lewat pasar sekunder. Beberapa bank papan atas bersedia sebagai agent pejualan unit “ JIP. “ Saya juga masuk ke pasar 144 A. “ Kata saya. “ Mengapa penjualan unit investasi itu menarik bagi investor ? Tanya Florence. “ Pertama, 4 pemegang saham dari Jeli investment fund itu adalah insitusi keuangan, Asset Management first class seperti JPM dan GM. Kedua, Structure fund dan management asset diawasi oleh 8 institusi kelas dunia. Tahap pertama penggalangan dana sebesar USD 18 miliar. Itu oversubscribe. “ kata saya tersenyum. Florence terdiam. “ Itu berkat lu kursus Financial engineering tahun 1996 dan kursus Management Supply chain Global di Cambridge London dan Erasmus, Belanda. Lue balajar dari orang Yahudi dan berteman dengan mereka. Lue pencundangi banya orang. “ Kata Florecen. Saya diam saja. “ Ale boleh tanya engga.” Kata Florence. “ Siapa nama pacar Chui itu.” “ Kwang. “